Industri
IWIP Pastikan Udara Tetap Aman, Ini Strategi Kendalikan Debu Industri
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas lingkungan di kawasan industri melalui pengelolaan abu terbang (fly ash) dan bottom ash secara terukur dan berkelanjutan.
Manager Environmental IWIP, Yofi Safutra, menjelaskan bahwa fly ash merupakan partikel halus hasil pembakaran material yang mengandung mineral, terutama dari penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Partikel ini memiliki potensi untuk menyebar ke udara jika tidak ditangani dengan tepat, sehingga memerlukan sistem pengelolaan khusus.

“Fly ash yang dihasilkan dari proses pembakaran ditangkap menggunakan teknologi Electrostatic Precipitator atau ESP. Teknologi ini efektif untuk mencegah partikel halus terlepas ke udara bebas,” ungkap Yofi melalui keterangan resmi yang diterima halmaherapost.com.
Selain itu, IWIP juga mengelola bottom ash, yakni partikel yang lebih berat yang mengendap di dasar tungku pembakaran. Material ini dikumpulkan langsung dari boiler dan disimpan di fasilitas khusus agar tidak menimbulkan penyebaran debu ke lingkungan sekitar.

Yofi menekankan bahwa seluruh proses pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dilakukan sesuai dengan dokumen lingkungan dan regulasi nasional yang berlaku.
“Kami rutin melakukan pemantauan kualitas udara dan lingkungan untuk memastikan seluruh operasional memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Tak hanya dikelola, FABA juga dimanfaatkan kembali melalui pendekatan reuse dan recycle, sehingga memberikan nilai tambah bagi industri. IWIP menggunakan material ini sebagai bahan baku berbagai produk konstruksi, seperti batako, paving block, conblock, dan campuran substitusi beton. Produk ini dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur internal perusahaan, termasuk fasilitas olahraga karyawan, taman, pedestrian, akomodasi, serta berbagai proyek pemeliharaan lainnya.

“Dengan penerapan teknologi canggih dan pengelolaan berkelanjutan, IWIP memastikan potensi dampak abu terbang dapat dikendalikan sekaligus mendukung operasional industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkas Yofi.








Komentar