1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Dampingi Ibu Hamil, RSUD Chasan Boesoirie Tingkatkan Layanan Edukasi Kesehatan

Oleh ,

Dalam upaya memperkuat layanan promotif dan preventif, RSUD Chasan Boesoirie terus meningkatkan edukasi kesehatan bagi ibu hamil melalui kegiatan penyuluhan di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), Sabtu, 11 April 2026.

Kegiatan penyuluhan tersebut membahas hiperemesis gravidarum, yakni kondisi mual dan muntah berlebihan pada ibu hamil yang dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin apabila tidak ditangani secara tepat.

Penyuluhan diikuti oleh pasien ibu hamil serta keluarga yang tengah menunggu pelayanan di area poli, sebagai bagian dari implementasi Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2018.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSUD Chasan Boesoirie, Ridwan Ahmad, mengatakan kegiatan edukasi dilakukan secara rutin setiap bulan di seluruh unit layanan rumah sakit sebagai penguatan pemahaman kesehatan kepada masyarakat.

“Seluruh tenaga kesehatan memiliki kewajiban memberikan edukasi, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga kepala ruangan,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, penyuluhan dipimpin oleh dr. Ummu Hani, Sp.OG., Subsp. KFm., MARS., bersama tim dokter muda (koas) Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, tim bidan, serta tim promosi kesehatan rumah sakit.

Ridwan menjelaskan, keterlibatan mahasiswa kedokteran merupakan bagian dari proses pembelajaran di rumah sakit pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Hari ini seluruh unsur bersinergi, mulai dari dokter spesialis hingga mahasiswa, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat,” katanya.

Selain edukasi mengenai kesehatan ibu hamil, pihak rumah sakit juga menyampaikan informasi berbagai layanan medis yang tersedia, seperti endoskopi, MRI, kemoterapi, hingga layanan operasi mata.

Dalam kesempatan itu, RSUD Chasan Boesoirie juga mengingatkan masyarakat mengenai aturan pelayanan rumah sakit, termasuk jam besuk, kebersihan lingkungan, serta larangan merokok di area rumah sakit.

“Kami terus menegaskan bahwa RSUD merupakan kawasan tanpa rokok demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama,” pungkasnya.

Berita Lainnya