Kadikbud Abubakar Respons Cepat Kerusakan SMA 11 Ternate di Batang Dua Pascagempa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, bergerak cepat menindaklanjuti dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 pada 2 April 2026. Salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak adalah SMA Negeri 11 Ternate di wilayah Batang Dua.
Sejumlah bagian bangunan sekolah dilaporkan mengalami keretakan, terutama pada ruang guru, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, serta beberapa titik lainnya. Meski demikian, tidak ditemukan kerusakan berat maupun bangunan yang roboh.
Peninjauan dilakukan Kadikbud Abubakar bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat melakukan kunjungan ke wilayah terdampak di Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua, Sabtu, 11 April 2026.
“Tadi kami sudah survei secara keseluruhan ruangnya, ada beberapa titik yang terdampak gempa seperti ruang guru, UKS, dan toilet,” ujar Abubakar.
Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meminta seluruh satuan pendidikan terdampak untuk melakukan pendataan kerusakan melalui formulir resmi. Data tersebut akan menjadi dasar penanganan dan intervensi pemerintah pusat dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan segera melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Untuk ruang kelas hampir secara keseluruhan sudah kami pantau dalam kondisi baik dan masih aman digunakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 11 Ternate Fredek Salu mengatakan pihak sekolah langsung melakukan identifikasi kerusakan sesaat setelah gempa terjadi. Meski tidak ada bangunan yang roboh, retakan terlihat di sejumlah bagian sekolah.
“Retakan ada di ruang guru, UKS, toilet, dan teras ruang kepala sekolah,” ujarnya.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dihentikan selama masa tanggap darurat bencana. Siswa diminta tetap berada di rumah hingga kondisi dinyatakan aman.
“Kami sudah instruksikan sesuai masa tanggap darurat sampai tanggal 15, sehingga kegiatan sekolah dihentikan sementara sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” kata Fredek.
Saat ini, SMA Negeri 11 Ternate memiliki 90 siswa, yang terdiri dari 29 siswa kelas XII, 38 siswa kelas XI, dan 23 siswa kelas X.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemulihan sarana pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pascagempa di wilayah Batang Dua, Ternate.








Komentar