SMK Presiden Morotai Jadi Magnet Baru Pendidikan, Pendaftar Melampaui Kuota
Kehadiran SMK Presiden Morotai di Kabupaten Pulau Morotai mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Meski baru membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk pertama kalinya, sekolah yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jababeka, Desa Falila, Kecamatan Morotai Selatan itu langsung dibanjiri pendaftar hingga melampaui kuota yang tersedia.
Pada penerimaan siswa tahun ajaran perdana ini, SMK Presiden Morotai hanya menyediakan kuota sebanyak 44 siswa. Namun hingga penutupan pendaftaran pada 3 Juni 2026, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar mencapai 83 orang.
Kepala SMK Presiden Morotai, Hi Muhlis Bay, mengatakan tingginya animo masyarakat menunjukkan besarnya kepercayaan terhadap sekolah vokasi tersebut.
“Kuota pada pendaftaran pertama ini hanya 44 siswa yang diterima. Saat ini yang mendaftar sudah 83 siswa lulusan SMP dan MTs yang telah mengisi formulir dan siap mengikuti tes,” kata Muhlis, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, jumlah pendaftar sebenarnya berpotensi lebih banyak lagi. Namun panitia harus menutup pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Sebenarnya masih banyak yang ingin mendaftar, hanya saja kami dibatasi oleh waktu penutupan pendaftaran. Bahkan sampai hari ini masih ada orang tua siswa yang datang langsung maupun menghubungi kami melalui telepon untuk mendaftarkan anaknya,” ujarnya.
Muhlis menjelaskan, tingginya minat untuk bersekolah di SMK Presiden tidak hanya datang dari masyarakat Pulau Morotai. Sejumlah pendaftar juga berasal dari daerah lain di Maluku Utara bahkan luar provinsi.
“Dari 83 siswa yang siap mengikuti tes, tidak hanya berasal dari Morotai. Ada juga pendaftar dari Halmahera Utara, Kota Ternate, bahkan dari Ambon,” ungkapnya.
Tingginya jumlah pendaftar tersebut menunjukkan bahwa SMK Presiden Morotai mulai menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan vokasi dengan sistem pembinaan karakter yang kuat.
Salah satu orang tua calon siswa, Mursal, mengaku memilih SMK Presiden Morotai karena fasilitas pendidikan yang tersedia serta sistem pembinaan yang diterapkan sekolah.
“Selain fasilitasnya yang mendukung, anak-anak juga lebih aman karena tinggal di asrama dan diterapkan sistem semi militer,” katanya.
Menurut Mursal, konsep pendidikan berbasis asrama dan kedisiplinan tersebut menjadi nilai tambah yang mampu membentuk karakter siswa sejak dini.
“Kami berharap anak-anak yang bersekolah di SMK Presiden bisa lebih disiplin, memiliki ilmu yang baik, dan menjadi pribadi yang berkarakter,” tandasnya.








Komentar