1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gubernur Sherly Fokus Bangun Kekuatan Ekonomi dari Sektor Laut Maluku Utara

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan fokus pemerintah daerah untuk membangun kekuatan ekonomi berbasis sektor kelautan sebagai arah utama transformasi ekonomi biru di Maluku Utara.

Penguatan sektor laut ini diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Menata Masa Depan Perikanan Malut” yang digelar di Ballroom Bella Hotel Ternate, Sabtu, 11 April 2026, dengan menghadirkan akademisi, pelaku usaha, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam pemaparannya, Gubernur Sherly menyebut sektor kelautan harus menjadi tulang punggung ekonomi daerah, mengingat sekitar 70 persen wilayah Maluku Utara merupakan lautan yang menyimpan potensi besar namun belum dikelola secara optimal.

“Fokus kita adalah membangun kekuatan ekonomi dari sektor laut melalui hilirisasi, modernisasi, dan investasi yang sehat serta berkeadilan,” ujar Sherly.

Gubernur Sherly menekankan pentingnya hilirisasi perikanan agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah melalui industri pengolahan di daerah.

Selain itu, pemerintah juga mendorong modernisasi armada nelayan dengan kapal berukuran 5–20 GT agar lebih efektif menjangkau wilayah tangkap sekaligus memudahkan akses terhadap fasilitas subsidi.

Penguatan rantai dingin (cold chain system) juga menjadi perhatian, melalui pembangunan dan optimalisasi cold storage serta pabrik es di titik-titik strategis seperti Kota Ternate, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.

Gubernur Sherly juga menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan industri kelautan. Pemerintah daerah mendorong skema investasi yang adil dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

“Kita ingin investasi yang tidak hanya masuk, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi nelayan dan masyarakat,” tegasnya.

Hadir sebagai narasumber, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyebut Maluku Utara memiliki potensi besar sebagai “tambang protein” nasional.

Ia menjelaskan, jika dikelola dengan pendekatan teknologi seperti GIS dan prinsip Maximum Sustainable Yield (MSY), sektor kelautan Maluku Utara dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar.

“Pengembangan 10.000 hektar tambak udang vaname bisa menghasilkan pendapatan bersih hingga Rp45 triliun,” ungkapnya.

M. Irfan Koda mendorong pengembangan komoditas budidaya seperti rumput laut dan ikan nila yang dinilai cepat tumbuh dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, Djanib Ahmad menekankan pentingnya pendekatan sosial budaya dalam implementasi kebijakan, agar program pemerintah tepat sasaran dan sesuai dengan karakter masyarakat nelayan.

Isu stunting di wilayah pesisir juga menjadi perhatian, dengan dorongan agar hasil laut dapat dimaksimalkan sebagai sumber protein utama masyarakat.

Menutup kegiatan, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir menyatakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) siap menindaklanjuti arahan Gubernur dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis kelautan.

Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan sektor laut sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang berkelanjutan, dengan orientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Berita Lainnya