1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Rabu Menyapa di Perumda Ake Gaale, Sekda Ternate Dorong Pembenahan Pelayanan

Oleh ,

Sekda Ternate, Rizal Marsaoly menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh di tubuh Perumda Ake Gaale agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Rizal saat memimpin apel dalam program Rabu Menyapa bersama jajaran Perumda Ake Gaale, Rabu, 29 April 2026. Apel tersebut turut dihadiri Direktur Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, dan Dewan Pengawas Samin Marsaoly.

Dalam arahannya, Rizal meminta seluruh persoalan yang belum tuntas pada periode sebelumnya dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2030.

“Saya sempat singgah di sini dan juga bertemu Pak Haji. Paling tidak semangat kita adalah bagaimana Direksi dan Dewas bisa memaksimalkan tugas-tugas yang mungkin belum selesai di masa sebelumnya. Ini harus menjadi catatan untuk dituntaskan sampai 2030 nanti,” ujar Rizal.

Menurutnya, Direksi dan Dewas perlu menyusun rencana aksi yang jelas dan terukur dengan mengidentifikasi berbagai persoalan internal perusahaan. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan dukungan anggaran maupun penyertaan modal secara lebih tepat sasaran.

Rizal menyinggung penyertaan modal pemerintah daerah kepada sejumlah BUMD yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan kontribusi terhadap PAD.

“Semangatnya seperti BPRS yang sudah bisa memberikan dividen sekitar Rp2,8 miliar dari penyertaan modal Rp5 miliar. Paling tidak Perumda Ake Gaale juga ke depan bisa melakukan hal yang sama kalau semuanya sudah berjalan normal dan baik kembali,” katanya.

Selain itu, ia meminta manajemen melakukan evaluasi terhadap rasio jumlah pegawai agar lebih efektif dan profesional. Direksi bersama bagian kepegawaian diminta menyampaikan laporan berkala kepada Dewan Pengawas sebagai dasar pengambilan langkah strategis dalam memajukan perusahaan.

“Mungkin juga nanti dilihat rasio pegawai, apakah terlalu banyak atau terlalu sedikit. Ini harus menjadi perhatian Direktur Operasional dan bagian kepegawaian,” ujarnya.

Dalam arahannya, Rizal juga menyoroti persoalan distribusi air bersih di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Bimari Kurubu dan Maliaro, yang disebut masih sering mengalami gangguan pelayanan.

Ia bahkan mengungkap adanya oknum yang diduga memutar sendiri jaringan distribusi air di luar jadwal resmi setelah petugas selesai bekerja.

“Dulu ada yang bikin kunci sendiri. Kalau malam petugas pulang, dia datang putar sendiri. Yang seharusnya distribusi ke RT tertentu malah dialihkan ke wilayah lain. Ini harus ditertibkan,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta tim pengendali lapangan diperkuat agar pengawasan distribusi air berjalan maksimal dan distribusi air kepada masyarakat berlangsung lebih adil.

Rizal juga mengapresiasi keberadaan layanan call center Perumda Ake Gaale yang dinilai cukup membantu masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Menurutnya, sistem tersebut perlu dikembangkan agar terkoneksi langsung dengan Direksi dan Dewan Pengawas sehingga seluruh laporan masyarakat dapat dipantau secara real time.

“Saya lihat call center ini sangat bagus. Ke depan informasi yang masuk bisa langsung terkoneksi ke ruang Dewas maupun Direktur, sehingga semua keluhan masyarakat bisa termonitor setiap hari,” tandasnya.

Berita Lainnya