1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Hardiknas 2026, Wagub Maluku Utara Dorong Pendidikan Bermutu dan Penguatan Karakter

Oleh ,

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Sarbin membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menyoroti pentingnya pendidikan bermutu, penguatan karakter, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Upacara tersebut turut dihadiri Gubernur Sherly Laos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, para forkompimda, para guru, tenaga kependidikan, pelajar, hingga pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutan menteri yang dibacakannya, Sarbin menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat semangat pendidikan nasional.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia. Pendidikan dilakukan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk menumbuhkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” kata Sarbin.

Ia menyebut, nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, yakni asah, asih, dan asuh, tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan pendidikan Indonesia.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian generasi muda agar menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, serta berintegritas.

Dalam pidato tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan nasional sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Salah satu program prioritas yang kini didorong pemerintah adalah penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Program itu didukung melalui lima kebijakan strategis, yakni pembangunan dan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel.

Pemerintah mencatat, sepanjang 2025 sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Selain itu, papan interaktif digital juga telah didistribusikan ke lebih dari 288 ribu sekolah di Indonesia sebagai bagian dari digitalisasi pembelajaran.

Di sektor tenaga pendidik, pemerintah turut meningkatkan dukungan melalui program beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan Diploma IV maupun Strata 1.

“Guru adalah teladan dan agen pembelajaran. Karena itu peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Selain peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada penguatan karakter peserta didik melalui budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman.

Program penguatan karakter itu dilakukan melalui penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kegiatan Pramuka, upacara bendera, program Makan Bergizi Gratis, hingga penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Tak hanya itu, akses pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil dan anak berkebutuhan khusus juga terus diperluas melalui sekolah terbuka, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, serta pengembangan sekolah inklusi.

Menutup sambutan tersebut, Sarbin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan nasional.

“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan tanpa mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” tutupnya.

Berita Lainnya