TPK Hotel Maluku Utara Turun pada Maret 2026, Lama Menginap Justru Naik
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Maret 2026 berada di angka 20,32 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,33 poin dibanding Februari 2026.
Kepala BPS Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan penurunan terjadi baik pada hotel berbintang maupun nonbintang. Meski demikian, secara tahunan sektor perhotelan di Maluku Utara masih menunjukkan tren peningkatan dibanding Maret tahun lalu.
“TPK hotel di Maluku Utara pada Maret 2026 tercatat sebesar 20,32 persen. Angka ini turun dibanding Februari 2026, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Maret 2025,” kata Simon dalam rilis resmi BPS.
Berdasarkan data BPS, TPK hotel berbintang pada Maret 2026 tercatat sebesar 38,42 persen atau turun 1,44 poin dibanding Februari 2026. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut naik cukup signifikan sebesar 9,91 poin dari sebelumnya 28,51 persen.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat sebesar 17,03 persen. Angka ini mengalami penurunan 1,31 poin dibanding Februari 2026, tetapi meningkat 1,47 poin dibanding Maret 2025 yang sebesar 15,56 persen.
Selain tingkat hunian kamar, BPS juga mencatat adanya peningkatan pada rata-rata lama menginap tamu hotel di Maluku Utara.
Pada Maret 2026, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang, nonbintang, dan akomodasi lainnya mencapai 1,35 malam. Angka tersebut naik 0,04 poin dibanding Februari 2026 yang sebesar 1,32 malam, dan meningkat 0,08 poin dibanding Maret 2025.
Untuk hotel berbintang, rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara tercatat sebesar 1,53 malam. Angka itu meningkat 0,01 poin dibanding Februari 2026 serta naik 0,07 poin dibanding Maret tahun lalu.
Sedangkan pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,27 malam atau naik 0,04 poin dibanding Februari 2026 dan meningkat 0,08 poin dibanding Maret 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perhotelan di Maluku Utara masih bergerak positif meskipun tingkat hunian kamar mengalami fluktuasi secara bulanan. Mobilitas masyarakat, perjalanan dinas, hingga aktivitas ekonomi dan pariwisata dinilai masih menjadi faktor penopang sektor akomodasi di daerah.