1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Baru Diputar, Nobar Film Pesta Babi di Ternate Langsung Dihentikan Aparat

Oleh ,

Kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, dihentikan aparat TNI saat baru saja diputar pada Jumat malam, 8 Mei 2026.

Kegiatan yang digelar AJI Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) tersebut awalnya berjalan sesuai agenda, dengan pemutaran film dokumenter dan diskusi isu lingkungan serta persoalan sosial di Maluku Utara.

Namun sejak tahap persiapan sekitar pukul 19.30 WIT, sejumlah anggota Babinsa dan intelijen TNI disebut telah mendatangi lokasi kegiatan dan mendokumentasikan aktivitas panitia.

Sekitar pukul 21.00 WIT, aparat dari Kodim 1501/Ternate kembali mendatangi lokasi dan meminta agar pemutaran film dihentikan. Meski demikian, panitia tetap melanjutkan kegiatan hingga film mulai diputar sekitar pukul 21.30 WIT.

Tak lama setelah pemutaran dimulai, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi bersama sejumlah personel kembali mendatangi lokasi dan kembali meminta film dihentikan.

Panitia kemudian melakukan koordinasi dengan aparat, bersama Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate Rinto Taib yang sebelumnya memberikan izin penggunaan lokasi, serta Sekretaris SIEJ Ikram Salim.

Dalam dialog tersebut, panitia menjelaskan bahwa film Pesta Babi merupakan karya dokumenter yang mengangkat isu lingkungan dan memiliki relevansi dengan persoalan ekologis di Halmahera.

Namun aparat tetap meminta pemutaran dihentikan dengan alasan konten film dianggap sensitif dan berpotensi memicu konflik di masyarakat. Aparat juga menyebut adanya penolakan dari sebagian warga di wilayah Gamalama.

Setelah proses negosiasi, aparat akhirnya meminta pemutaran dihentikan, dan kegiatan hanya diperbolehkan dilanjutkan dalam bentuk diskusi.

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, mengecam tindakan tersebut dan menilai pembubaran sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi.

“Ini bukan sekadar pembubaran nobar, tetapi tekanan terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kehadiran aparat sejak awal kegiatan yang dinilai menimbulkan tekanan psikologis terhadap peserta.

AJI Ternate menegaskan akan menyikapi peristiwa ini sebagai bagian dari upaya menjaga kebebasan pers dan ruang diskusi publik di daerah.

Sekitar pukul 23.00 WIT, setelah dialog panjang antara panitia dan aparat, pemutaran film akhirnya resmi dihentikan.

Berita Lainnya