Agenda
Penghormatan Terakhir, Wali Kota Tauhid Kenang Jejak Pengabdian Haji Bur untuk Ternate
Suasana haru menyelimuti Kantor Wali Kota Ternate saat Wali Kota H. M. Tauhid Soleman memimpin upacara penghormatan dan pelepasan jenazah almarhum H. Burhan Abdurrahman, Selasa, 12 Mei 2026.
Almarhum merupakan mantan Wali Kota Ternate dua periode yang dikenal luas atas jejak pengabdiannya dalam pembangunan Kota Ternate.
Almarhum H. Burhan Abdurrahman, yang akrab disapa Haji Bur, menjabat Wali Kota Ternate pada periode 2010–2015 dan 2016–2021. Jenazah almarhum tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate dari Kabupaten Gowa, Makassar, menggunakan maskapai Lion Air JT 896 dan disambut oleh keluarga, masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah.
Dari Makassar, jenazah almarhum dibawa ke Ternate oleh Pemerintah Kota Ternate bersama keluarga, yang dikoordinir oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Sebelumnya, tim telah bertolak dari Ternate menuju Makassar pada Minggu, 10 Mei 2026. Keesokan harinya, tim melakukan proses pembongkaran makam serta pengambilan jenazah almarhum untuk dipulangkan ke Ternate.
Sejak kedatangan di bandara, suasana duka telah terasa. Sepanjang perjalanan menuju rumah duka di Kelurahan Moya, pelajar, warga, dan aparatur sipil negara (ASN) mengeringi hingga berdiri membentuk pagar hidup sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Setibanya di rumah duka, keluarga bersama tokoh agama dan Badan Syara’ Kelurahan Moya menggelar doa bersama. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Kantor Wali Kota Ternate untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir dari Pemerintah Kota Ternate yang dihadiri ribuan ASN dan pelajar.
Usai prosesi tersebut, jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Kelurahan Kampung Makassar Barat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang banyak berjasa bagi Kota Ternate, sekaligus menjadi figur yang memberikan banyak pelajaran dalam pemerintahan.
“Almarhum merupakan salah satu putra terbaik Kota Ternate. Beliau memimpin selama dua periode dan meninggalkan banyak warisan pembangunan yang menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” kata Tauhid.
Ia juga mengungkapkan kedekatan dan pengalaman panjangnya bersama almarhum dalam pemerintahan, terutama dalam bidang pengelolaan keuangan daerah.
“Beliau adalah atasan saya. Saya banyak belajar dari beliau, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah. Saat beliau menjabat wali kota, saya pernah bertugas sebagai kepala bagian keuangan hingga Sekretaris Daerah,” ujarnya.
Tauhid menegaskan bahwa almarhum bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang guru dalam birokrasi yang meninggalkan banyak teladan bagi generasi penerus.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain. Almarhum telah memberikan banyak manfaat bagi Kota Ternate,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, mewakili keluarga, Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ternate atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Ternate atas penghormatan dan doa yang diberikan kepada almarhum,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Ternate secara resmi melepas jenazah almarhum untuk dimakamkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Ternate, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian almarhum dalam membangun daerah ini. Dengan ini, kami secara resmi melepas jenazah almarhum,” tutup Tauhid.