Kepala Balai P3KP Erpika: Bantuan BSPS Maluku Utara Naik Signifikan di 2026
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sulawesi I, Erpika Ansela Surira menyebut alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 untuk Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan signifikan.
Hal itu disampaikan Erpika saat launching program BSPS 2026 di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa, 19 Mei 2026.
Program yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut dilaksanakan secara daring bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos.
Kegiatan dipusatkan di rumah milik Junaidi A. Albugis, salah satu penerima bantuan BSPS di Kelurahan Kastela. Hadir langsung Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Ternate, Tonny S. Pontoh.
Kepala Balai P3KP Sulawesi I, Erpika Ansela Surira mengatakan, bantuan BSPS merupakan program stimulan rehabilitasi atau peningkatan kualitas rumah dari Kementerian PKP dengan nilai Rp20 juta per unit.
“Jadi mereka mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya dari kementerian perumahan dan kawasan permukiman. Bantuan ini berupa rehab rumah atau peningkatan kualitas rumah dengan nilai Rp20 juta,” kata Erpika.
Ia menjelaskan, tahun 2026 Provinsi Maluku Utara mendapatkan alokasi sebanyak 5.284 unit bantuan BSPS dari Kementerian PKP. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 674 unit.
“Tahun ini meningkat hampir delapan kali lipat dibanding alokasi tahun 2025,” ujarnya.
Khusus Kota Ternate, kata Erpika, diperkirakan memperoleh alokasi sebanyak 534 unit bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurutnya, penerima BSPS merupakan masyarakat kategori desil 1 dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Salah satu penerima diketahui memiliki penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari dari hasil berjualan kue, sementara suaminya bekerja sebagai buruh.
Selain bantuan pemerintah, program BSPS juga mengedepankan unsur swadaya masyarakat penerima bantuan. Bentuk kontribusi penerima antara lain penyediaan batu kali, pasir, hingga material tambahan lainnya untuk melengkapi pembangunan rumah.
Erpika menambahkan, para penerima bantuan nantinya akan didampingi tenaga pendamping lapangan mulai dari proses verifikasi, penyusunan proposal, penyaluran bahan bangunan hingga pengawasan pekerjaan sampai selesai.
“Kami tadi sudah menyampaikan ke Pak Menteri bahwa pada 25 Mei nanti sudah mulai dropping bahan bangunan,” pungkasnya.