Ribuan Peluang Kerja Dibuka di Tobelo, Maluku Utara Job Fair 2026 Diserbu Pelamar
Ballroom Marahai Park Hotel, Tobelo, Senin, 8 Juni 2026, dipadati ratusan pencari kerja sejak pagi hari. Mereka datang membawa map berisi berkas lamaran, berharap bisa menemukan pekerjaan yang selama ini dinantikan.
Harapan itu hadir melalui Maluku Utara Job Fair Inklusif 2026 yang resmi dibuka Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.000 lowongan kerja dari 22 perusahaan tersedia bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier.
Bursa kerja yang berlangsung selama dua hari, 8 hingga 9 Juni 2026, itu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Mengusung tema “Sinergi Talenta Lokal untuk Maluku Utara Maju dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan tenaga kerja lokal.
Lowongan yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, jasa, konstruksi, hingga sektor kelautan dan perikanan yang terus berkembang di Maluku Utara. Kesempatan kerja juga diberikan kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen terhadap dunia kerja yang inklusif.
Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa generasi muda Maluku Utara harus mampu memanfaatkan peluang yang tersedia di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat.
“Bagi anak-anak muda Maluku Utara, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Kami ingin semakin banyak tenaga kerja lokal yang terserap dan menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya investasi yang masuk, tetapi juga sejauh mana masyarakat lokal dapat menikmati manfaatnya melalui kesempatan kerja yang terbuka.
Upaya pemerintah dalam memperluas akses kerja mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 turun menjadi 4,46 persen. Sementara jumlah penduduk yang bekerja meningkat hingga mencapai 666.813 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara, Marwan Polisiri, mengatakan bahwa Job Fair menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, pencari kerja dapat bertemu langsung dengan perusahaan, memperoleh informasi rekrutmen yang akurat, memperluas jaringan profesional, dan memahami kebutuhan dunia kerja saat ini,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pembukaan kegiatan. Sejumlah stan perusahaan dipadati pelamar yang mencari informasi lowongan maupun menyerahkan dokumen lamaran secara langsung.
Salah satunya Rofiq (23), pencari kerja asal Tobelo. Ia mengaku telah hampir satu tahun mencari pekerjaan dan berharap kegiatan tersebut membuka peluang baru baginya.
“Saya berharap bisa mendapatkan informasi lowongan yang sesuai dan bertemu langsung dengan perusahaan yang membuka rekrutmen,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Job Fair di Negeri Hibualamo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pada kesempatan yang sama, Sarbin juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas serta mengajak dunia usaha untuk terus memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Lapangan kerja yang merata dan inklusif adalah kunci mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Karena itu, Job Fair menjadi salah satu program prioritas kami bersama Gubernur Maluku Utara,” tegasnya.
Maluku Utara Job Fair 2026 tidak sekadar menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja. Lebih dari itu, kegiatan ini menghadirkan harapan baru bagi ribuan pencari kerja yang ingin memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan daerahnya sendiri.








Komentar