Ekonomi
Mayoritas Rekening Nasabah Bank di Maluku Utara Dijamin LPS
Sebanyak 2,07 juta rekening atau 99,98 persen rekening nasabah bank di Maluku Utara dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga 30 Juni 2026.
Cakupan penjaminan tersebut melampaui angka nasional yang berada di level 99,95 persen. Data ini disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Prayitno Amigoro, dalam LPS Media Meet Up Maluku Utara 2026 di Ternate, Senin, 10 Agustus 2026.
Prayitno mengatakan, LPS menjamin simpanan maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, jaminan tersebut berlaku dengan memenuhi syarat 3T.
“LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kriteria simpanan layak bayar atau syarat 3T,” jelas Prayitno.
Syarat 3T meliputi simpanan tercatat dalam pembukuan bank, bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, serta nasabah tidak melakukan tindakan melanggar hukum yang menyebabkan kerugian bank.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.
“Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dibangun melalui informasi yang akurat. Untuk itu, LPS memandang media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menangkal penyebaran hoaks terkait sektor keuangan,” ujar Fuad.
Sementara Pengamat Ekonomi Universitas Khairun, Dr. Aziz Hasyim, menyebut kepercayaan publik merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
“Media memiliki peran strategis sebagai penggerak literasi publik sekaligus penjernih informasi. Pemberitaan yang edukatif, objektif, dan berbasis data sangat penting,” tegas Aziz.
LPS berharap kolaborasi dengan media dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri perbankan di Maluku Utara.
Dengan sistem keuangan yang stabil dan kepercayaan masyarakat yang terjaga, aktivitas ekonomi daerah diharapkan terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.








Komentar