Sherly Respons Komentar Warganet: Tak Mau Jadi Orang Lain, Fokus Buktikan Hasil Kerja
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menanggapi beragam komentar warganet di media sosial yang menyoroti gaya kepemimpinan hingga kepribadiannya sebagai kepala daerah.
Bagi Sherly, penilaian publik yang paling penting bukanlah soal karakter, melainkan hasil kerja yang dirasakan masyarakat.
Sherly mengaku kerap membaca komentar yang bermunculan di media sosial. Dari berbagai respons tersebut, ia menangkap bahwa masyarakat pada akhirnya lebih menaruh perhatian pada capaian dan manfaat yang dihasilkan pemerintah.
"Kalau saya baca-baca komentar, pada intinya yang mereka pentingkan itu output. Janji saya, saya deliver. Kegiatan saya harus ada manfaat dan dampaknya," ujar Sherly.
Menurutnya, selama memimpin Maluku Utara ia memilih tetap menjadi dirinya sendiri. Ia tidak ingin membangun citra atau berpura-pura menjadi sosok lain hanya untuk memenuhi ekspektasi publik.
"Personality saya seperti ini. Settingan publiknya sudah begini. Saya juga tidak mau pretend menjadi orang lain," katanya.
Sherly menilai, berpura-pura menjadi pribadi yang berbeda justru akan menjadi beban selama menjalankan amanah sebagai gubernur.
"Saya akan lima tahun menjadi gubernur. Kalau kemudian saya harus pura-pura menjadi pribadi yang lain, capek juga, stres juga. Sebagian besar waktu hidup saya selama lima tahun ini akan digunakan untuk bekerja sebagai gubernur. Jadi saya memutuskan untuk menjadi diri saya sendiri," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kepribadian seorang pemimpin tidak menentukan kualitas kinerja pemerintahan. Yang terpenting, kata Sherly, adalah seluruh janji kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui program-program yang berdampak nyata.
"Kepribadian saya tidak berpengaruh dengan output. Yang penting output saya deliver. Program yang kami jalankan harus memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat," tegasnya.
Sherly pun mengaku tidak terganggu dengan beragam penilaian di media sosial. Baginya, setiap orang memiliki karakter yang berbeda dan ia memilih menerima dirinya apa adanya sambil tetap fokus bekerja.
"Memang settingan pabriknya begini. Happiness saya juga begini. Jadi saya memilih menjadi diri saya sendiri," pungkasnya.








Komentar