Prestasi
Dua Petinju Maluku Utara Juara, Nasri Bidik Prestasi Lebih Tinggi di PON
Dua petinju asal Maluku Utara, Reza Midun dan Aimar Kopong, sukses mengharumkan nama daerah setelah meraih gelar juara pada ajang Pattimura International Big Fight 2026 yang berlangsung di Studio Utama TVRI Pusat, Senayan, Jakarta.
Reza Midun tampil dominan di kelas welter ringan 67 kilogram. Menghadapi petinju asal Sumatra Utara, Mathius Enoni Talambanua, Reza berhasil mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menang technical knockout (TKO) pada ronde kedua.
Kemenangan tersebut mengantarkan Reza meraih gelar juara I sekaligus dinobatkan sebagai The Best Boxer pada turnamen yang diikuti sejumlah petinju dari berbagai daerah dan negara tersebut.
Prestasi serupa juga ditorehkan Aimar Kopong yang turun di kelas ringan 60 kilogram. Aimar berhasil mengalahkan Duta Fadillah Simatupang asal Sumatra Utara melalui kemenangan angka dan keluar sebagai juara I di kelasnya.
Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Maluku Utara, Nasri Abubakar, menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua atlet tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar juara di ajang internasional menjadi bukti bahwa petinju Maluku Utara memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah dengan atlet dari daerah lain.
Nasri mengatakan, pengalaman bertanding di level internasional akan menjadi bekal penting bagi para atlet dalam menghadapi agenda olahraga yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara pada Oktober 2026.
“Ini menjadi modal bagi para petinju menghadapi PON Beladiri di Sulawesi Utara maupun PON 2028 di Nusa Tenggara Timur agar bisa meraih prestasi yang lebih baik,” kata Nasri, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menegaskan, Pertina Maluku Utara akan terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas atlet yang sudah ada, organisasi juga berupaya melahirkan petinju-petinju muda berbakat melalui berbagai kejuaraan dan program pelatihan.
Menurut Nasri, dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menunjang program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Sebab, selama ini berbagai kegiatan pembinaan maupun try out masih dilakukan secara mandiri oleh Pertina Maluku Utara.
“Selama ini untuk program pembinaan maupun try out peningkatan prestasi atlet masih dilakukan secara mandiri oleh Pertina,” ujarnya.
Nasri berharap capaian Reza Midun dan Aimar Kopong dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Maluku Utara untuk terus berprestasi sekaligus mendorong perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan olahraga tinju di daerah.
Dengan hasil membanggakan tersebut, Pertina Maluku Utara optimistis dapat menargetkan prestasi yang lebih tinggi pada ajang PON Beladiri 2026 maupun PON 2028 mendatang.