Dinkes Halmahera Tengah Perkuat Kapasitas Pengelola Program Kesmas
Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui pembinaan dan peningkatan kompetensi para pengelola program Kesehatan Masyarakat (Kesmas) di seluruh puskesmas.
Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Halmahera Tengah ini bertujuan memastikan setiap pengelola program mampu menjalankan tahapan manajemen program secara optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan, hingga evaluasi sesuai standar dan indikator yang telah ditetapkan.
Pembinaan dilakukan secara bertahap di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Halmahera Tengah. Sejumlah puskesmas yang telah menjadi lokasi pembinaan antara lain Puskesmas Messa, Wairoro, Kobe, Patani, Gemia, Tepeleo, Sagea, dan Damuli. Kegiatan tersebut akan terus berlanjut ke puskesmas lainnya.
Dalam pelaksanaannya, pembinaan dilakukan langsung di masing-masing puskesmas dengan melibatkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Chalid Abd. Halek, bersama para Penanggung Jawab (PJ) Program Bidang Kesmas.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Puskesmas beserta seluruh pengelola program kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan program di tingkat pelayanan dasar.
Pembinaan tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi kinerja Triwulan I, analisis laporan bulanan puskesmas, serta berbagai kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan memberikan pendampingan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi puskesmas agar capaian indikator program dapat terus meningkat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Chalid Abd. Halek, menegaskan penguatan kapasitas pengelola program menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Setiap pengelola program harus memahami dengan baik bagaimana menyusun perencanaan, melaksanakan kegiatan sesuai target, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala berdasarkan indikator program masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bersama untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di puskesmas.
“Kami ingin seluruh pengelola program memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan program. Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin baik dan target pembangunan kesehatan daerah bisa tercapai,” katanya.
Selain melakukan pembinaan, Bidang Kesehatan Masyarakat juga memberikan dukungan kepada kelompok sasaran kesehatan ibu dan anak melalui penyerahan insentif kepada ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Damuli.
Sebanyak 17 orang menerima insentif tersebut, terdiri dari 11 ibu hamil dan 6 ibu menyusui yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
Menurut Chalid, pemberian insentif tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan bayi.
“Insentif diberikan kepada sasaran yang memenuhi kriteria. Harapannya dapat mendorong ibu hamil dan ibu menyusui lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, menjaga kondisi gizi, serta mengikuti program kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.