1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Resmi Dilantik, Dekranasda Ternate Siap Dongkrak Industri Kerajinan

Oleh ,

Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Ternate masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan pelantikan dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas, yang digelar di Benteng Oranje, Ternate, Selasa, 23 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Utara Rusni Sarbin, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Ketua Harian Dekranasda Maluku Utara yang juga Kadis Perindag M. Rony Saleh, Kepala Bappelitbangda Ternate Thamrin Marsaoly, Kepala Dinas Kebudayaan Ternate Rukmini A. Rahman, serta para pengurus Dekranasda Kota Ternate yang baru dilantik. Turut hadir pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan industri kerajinan Kota Ternate.

Ketua Dekranasda Kota Ternate, Marliza M. Tauhid, menyampaikan apresiasi kepada pengurus yang baru dilantik serta ucapan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan.

“Kami berharap Dekranasda ini menjadi rumah besar bagi para pelaku IKM di Kota Ternate, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai lembaga lainnya untuk kemajuan industri kerajinan,” ujarnya.

Marliza menuturkan, perkembangan industri kerajinan di Kota Ternate menunjukkan tren positif berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Ternate dan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku kerajinan lokal, Dekranasda Kota Ternate terus mendorong penggunaan produk tenun dan kriya daerah seperti Tenun ATBM, tenun gedogan, serta Mayana Ecoprint dalam berbagai kegiatan resmi. Produk perajin Ternate juga telah digunakan dalam sejumlah kegiatan nasional, termasuk Sarasehan yang diikuti sekitar 50 istri kepala daerah.

Pada pelaksanaan event nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan digelar di Ternate, Dekranasda juga berupaya mendorong penggunaan Tenun ATBM dan Tenun Koloncucu sebagai bagian dari promosi produk unggulan daerah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah, Marliza menegaskan pentingnya inovasi dan semangat dalam mendorong kemajuan pelaku industri kerajinan.

“Kalau kita tidak punya anggaran, setidaknya kita harus punya semangat. Dengan semangat itu kita bisa melahirkan ide-ide baru agar keterbatasan tidak menjadi penghalang,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para perajin Tenun Koloncucu, Tenun ATBM, Mayana Ecoprint, Tenun Batik Maleo, serta berbagai perajin lainnya yang dinilai konsisten melestarikan kearifan lokal Ternate.

Menurutnya, Tenun ATBM pernah berkembang pesat pada era 1980-an melalui dukungan Dinas Perindustrian saat Maluku Utara masih berstatus kabupaten. Meski sempat mengalami penurunan, saat ini upaya pelestarian kembali digencarkan.

Sementara itu, Tenun Koloncucu menjadi bukti sejarah panjang tradisi menenun di Ternate yang kini telah memasuki generasi kelima.

Dekranasda Kota Ternate juga mendorong penguatan muatan lokal terkait kriya, tenun, wastra, dan kerajinan lainnya di jenjang pendidikan dasar hingga menengah bersama Bank Indonesia serta dinas terkait.

Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Utara, Rusni Sarbin, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi komposisi kepengurusan Dekranasda Kota Ternate yang dinilai melibatkan banyak pimpinan OPD.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan perbankan dan mitra pembangunan dalam memperkuat program Dekranasda.

“Saya yakin, kesulitan akan terasa ringan jika kita membangun koordinasi, komunikasi, dan konsultasi yang baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pemilihan Benteng Oranje sebagai lokasi kegiatan yang dinilai strategis dalam mempromosikan potensi daerah dan produk kerajinan lokal.

Selain itu, ia mendorong penguatan gerai promosi kerajinan di bandara sebagai etalase produk unggulan kabupaten/kota di Maluku Utara, serta memastikan pelaku industri kerajinan daerah dapat tampil pada HUT Dekranas tingkat nasional 2026.

Pengembangan sektor kuliner dan kopi khas Maluku Utara juga menjadi perhatian untuk memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan optimisme bahwa Dekranasda Kota Ternate di bawah kepemimpinan Marliza H. M. Tauhid akan menjadi salah satu organisasi yang terdepan di Maluku Utara.

Berita Lainnya