1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Kadikbud Maluku Utara Sebut SPMB di Tidore Layak Jadi Percontohan

Oleh ,

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyebut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Tidore Kepulauan layak dijadikan percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Maluku Utara.

Penilaian tersebut disampaikan Abubakar saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan, Senin, 7 Juli 2026. Menurutnya, seluruh tahapan SPMB di Tidore berlangsung tertib, transparan, akuntabel, dan tanpa gejolak maupun protes dari masyarakat.

Pelaksanaan SPMB di Kota Tidore Kepulauan berlangsung sejak 4 Juni hingga 5 Juli 2026. Selama proses penerimaan murid baru, tidak terdapat persoalan yang menonjol maupun aduan yang mengganggu jalannya seleksi.

"SPMB di Maluku Utara dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Khusus sekolah yang melaksanakan penerimaan secara daring, seluruh proses berada di bawah kendali Dinas Pendidikan sehingga pelaksanaannya terpusat, transparan, dan akuntabel. Saya berharap seluruh daerah ke depan dapat melaksanakan SPMB sebaik yang dilakukan di Kota Tidore Kepulauan," ujar Abubakar.

Ia menjelaskan, sistem penerimaan berbasis daring yang diterapkan membuat seluruh proses seleksi lebih terbuka dan mudah diawasi. Dengan demikian, potensi persoalan maupun dugaan kecurangan dapat diminimalkan sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi.

Abubakar juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, panitia SPMB, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, serta masyarakat yang dinilai telah mendukung penuh pelaksanaan penerimaan murid baru hingga berjalan aman dan sukses.

Menurutnya, tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terlihat dari minimnya keluhan yang diterima selama pelaksanaan SPMB.

"Dukungan masyarakat di Tidore sangat luar biasa. Hampir tidak ada protes yang muncul di ruang publik, bahkan aduan yang masuk langsung ke telepon seluler saya nyaris tidak ada. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap proses SPMB yang dilaksanakan secara terbuka dan sesuai aturan," katanya.

Selain membuka MPLS, kunjungan Kadikbud ke Kota Tidore Kepulauan juga bertujuan memantau pelaksanaan hari pertama kegiatan tersebut di sejumlah sekolah. Dalam kunjungan itu, ia meninjau SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan, SMA Negeri 2 Tidore Kepulauan, SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan, serta SMK Negeri 1 Tidore Kepulauan.

Di hadapan para peserta didik baru, Abubakar mengajak mereka memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter yang baik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya masyarakat Tidore yang dikenal ramah, toleran, adaptif, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.

Ia turut menyinggung nilai historis SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan yang pernah menjadi Kantor Gubernur Irian Barat pada masa kepemimpinan Sultan Zainal Abidin Syah. Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik untuk membangun karakter, semangat kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan.

Abubakar juga mengapresiasi pelaksanaan hari pertama MPLS yang berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan, bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan, sekaligus menanamkan budaya disiplin dan saling menghormati di lingkungan sekolah.

"MPLS bukan sekadar mengenal lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membentuk karakter, disiplin, dan semangat belajar. Jadilah generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, dan Maluku Utara," tutupnya.

Berita Lainnya