1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Sekda Rizal Dorong Kolaborasi Jaga Kampung Tua Tubo dan Warisan Budaya Ternate

Oleh ,

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga Kampung Tua Tubo dan warisan budaya Ternate di tengah derasnya arus globalisasi dan akulturasi budaya.

Ajakan itu disampaikan Rizal saat membuka Sarasehan Kebudayaan yang diselenggarakan atas dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara dengan tema "Kampung Tua Tubo: Sejarah dan Pelestarian Kampung Adat di Tengah Akulturasi Budaya" di kantor Lurah Tubo, Jumat, 10 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Tuli Lamo Kesultanan Ternate Irwan Abdul Gani dan akademisi Sahrony A. Hirto, M.A., sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Muhammad Tang, bersama pegiat budaya, akademisi, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara atas penyelenggaraan sarasehan yang dinilai menjadi ruang dialog sekaligus refleksi dalam merumuskan langkah nyata pelestarian budaya.

"Kalau kita berbicara tentang pelestarian kebudayaan, ini bukan menjadi kerja pemerintah semata. Ada tokoh masyarakat, pegiat budaya, akademisi, komunitas, media, hingga generasi muda yang harus terlibat. Pelestarian budaya adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Rizal.

Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci agar upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam program yang berkelanjutan.

Rizal mengatakan, pelestarian budaya juga memiliki keterkaitan erat dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguatan nilai budaya menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"Menyiapkan generasi emas bukan pekerjaan yang mudah. Di era digital saat ini, kita harus memiliki proteksi melalui nilai-nilai budaya agar generasi muda tidak kehilangan identitas," katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ternate telah memasukkan penguatan nilai budaya sebagai salah satu fokus dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurut Rizal, kebijakan pembangunan ke depan harus berpijak pada nilai-nilai budaya lokal, termasuk tujuh nilai dasar budaya Kesultanan Ternate yang selama ini menjadi falsafah hidup masyarakat.

"Saat menyusun RPJMD, salah satu tema yang kami dorong adalah memperkuat nilai budaya. Yang ingin kita bangun bukan hanya programnya, tetapi bagaimana nilai budaya menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan dan kehidupan masyarakat," jelasnya.

Ia berharap hasil Sarasehan Kebudayaan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi melahirkan langkah-langkah konkret dalam menjaga eksistensi Kampung Tua Tubo sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kota Ternate.

"Harapannya, ada pemetaan yang jelas dan aksi nyata sehingga pelestarian Kampung Tua Tubo benar-benar terwujud. Dengan begitu, warisan budaya Ternate tetap terjaga dan menjadi kebanggaan generasi sekarang maupun yang akan datang," pungkas Rizal.

Berita Lainnya