1. Beranda
  2. Cendekia
  3. Headline
  4. Kabar

Cendekia

Jejak Abadi Sang Pengabdi Diluncurkan, Nasri Abubakar Kenang Keteladanan Almarhum Haji Bur

Oleh ,

Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menghadiri sekaligus membuka peluncuran buku "Jejak Abadi Sang Pengabdi, sebuah Postcriptum" yang mengisahkan perjalanan hidup dan pengabdian almarhum Burhan Abdurrahman atau yang akrab disapa Haji Bur.

Buku yang ditulis oleh 25 penulis Maluku Utara itu diluncurkan dalam sebuah acara yang dirangkaikan dengan diskusi di Royal Resto Ternate, Senin, 13 Juli 2026 malam.

Nasri menyebut penerbitan buku tersebut bukan sekadar dokumentasi perjalanan hidup seorang mantan kepala daerah, tetapi juga bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi Haji Bur dalam membangun Kota Ternate. Menurutnya, buku itu menjadi warisan penting untuk meneruskan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Nasri mengatakan Haji Bur bukan hanya seorang pemimpin yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Ternate selama dua periode, tetapi juga sosok guru, orang tua, sekaligus teladan dalam kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Bagi saya pribadi dan tentu masyarakat Kota Ternate, beliau adalah sosok yang memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana memimpin dengan hati dan mengabdi dengan tulus," ujar Nasri yang juga Founder Nasab Foundation itu.

Ia mengaku tidak ragu ketika diminta ikut mendukung sekaligus menjadi sponsor penerbitan buku tersebut. Baginya, kehadiran "Jejak Abadi Sang Pengabdi, sebuah Postcriptum" merupakan sebuah kewajiban moral agar jejak perjuangan dan pengabdian Haji Bur tidak hilang ditelan waktu.

"Biografi ini harus lahir, harus ditulis, dan harus dibaca oleh generasi hari ini maupun generasi masa depan. Di dalamnya bukan hanya tersimpan sejarah, tetapi juga pelajaran tentang esensi kepemimpinan yang sesungguhnya," katanya.

Nasri menilai salah satu karakter paling menonjol dari sosok Haji Bur adalah kesederhanaannya. Meski memimpin Kota Ternate selama dua periode, almarhum tetap dikenal sebagai pemimpin yang membumi, mudah ditemui, dan selalu membuka ruang dialog dengan masyarakat maupun aparatur pemerintah.

Menurutnya, Haji Bur bekerja bukan untuk mengejar popularitas, melainkan demi kemaslahatan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan dan pembangunan yang dirintisnya selalu berorientasi pada kepentingan publik.

"Nilai utama yang melekat dari almarhum adalah ketulusan dalam pengabdian. Setiap kebijakan yang beliau lahirkan dan setiap pembangunan yang dirintis di Kota Ternate selalu didasari niat tulus untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Nasri berharap buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN), kalangan pemuda, hingga calon pemimpin masa depan di Kota Ternate. Ia mengajak seluruh pihak meneladani kesederhanaan, ketulusan, integritas, dan semangat pengabdian yang diwariskan Haji Bur.

Pada kesempatan itu, Nasri juga menyampaikan apresiasi kepada tim penulis, keluarga besar almarhum, serta seluruh panitia yang telah mewujudkan penerbitan buku tersebut. Menurutnya, kolaborasi 25 penulis Maluku Utara dalam merangkai kisah perjalanan hidup Haji Bur menjadi kontribusi penting dalam menjaga memori kolektif tentang salah satu tokoh terbaik yang pernah dimiliki Kota Ternate.

"Semoga dedikasi dan kerja keras semua pihak menjadi amal kebaikan, dan buku ini mampu menginspirasi siapa pun yang membacanya untuk terus mengabdi kepada masyarakat," pungkasnya.

Berita Lainnya