1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Realisasi PAD Morotai Semester I 2026 Naik Signifikan Dibanding Tahun Lalu

Oleh ,

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mencatat kinerja positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester pertama Tahun Anggaran 2026.

Hingga akhir Juni, PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp12.132.945.634, atau sekitar 22,8 persen dari target tahunan sebesar Rp53.195.770.629.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pulau Morotai, realisasi PAD pada Januari hingga Juni 2025 tercatat sebesar Rp7.720.208.159. Dengan demikian, pada semester pertama 2026 terjadi kenaikan sekitar Rp4,41 miliar, atau lebih dari 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski realisasi PAD baru mencapai 22,8 persen dari target APBD 2026, tren peningkatan tersebut menjadi sinyal positif terhadap kinerja pengelolaan pendapatan daerah. Pemerintah daerah pun masih memiliki waktu hingga akhir tahun anggaran untuk mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan agar target yang ditetapkan dapat tercapai.

Berdasarkan Laporan Realisasi PAD Tahun 2026, penerimaan daerah mengalami fluktuasi sepanjang enam bulan pertama. Pada Januari, PAD terealisasi sebesar Rp1.402.070.926, kemudian meningkat menjadi Rp2.413.710.801 pada Februari.

Namun, pada Maret penerimaan turun menjadi Rp564.544.225. Kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena pada April realisasi PAD kembali melonjak hingga Rp3.271.918.626, yang menjadi capaian bulanan tertinggi selama semester pertama.

Memasuki Mei, penerimaan PAD kembali turun menjadi Rp2.744.969.641, sebelum kembali menurun pada Juni dengan realisasi sebesar Rp1.735.731.415. Secara akumulatif, penerimaan hingga akhir Juni mencapai Rp12,13 miliar.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa struktur PAD Morotai masih ditopang oleh empat sumber utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Besaran kontribusi dari masing-masing komponen bervariasi setiap bulan sehingga memengaruhi naik-turunnya realisasi pendapatan.

Sebagai perbandingan, pada semester pertama 2025 realisasi PAD dimulai dari Rp666.226.730 pada Januari, Rp747.360.071 pada Februari, Rp379.131.097 pada Maret, Rp1.347.386.566 pada April, Rp2.154.520.429 pada Mei, dan Rp1.773.584.264 pada Juni.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Pulau Morotai, Rafik Bayan, mengatakan pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan selama semester kedua agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai.

Menurut Rafik, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pemungutan pajak daerah, retribusi, serta optimalisasi sumber-sumber pendapatan lainnya yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Optimalisasi pemungutan pajak, retribusi, serta sumber-sumber PAD lainnya kami harapkan mampu mendorong pencapaian target pendapatan yang telah ditetapkan dalam APBD 2026," ujar Rafik kepada Halmaherapost.com.

Ia menambahkan, BPKAD bersama organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan akan terus melakukan evaluasi terhadap capaian setiap sektor penerimaan. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemungutan PAD sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Berita Lainnya