1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

BI Maluku Utara Gandeng Media Perkuat Informasi Berkualitas dan Pariwisata Berkelanjutan

Oleh ,

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan Capacity Building Media Partner yang digelar di Meti Cottage, Kabupaten Halmahera Utara, pada 29–30 Juli 2026.

Mengusung tema "Sinergi Media untuk Informasi Berkualitas dan Pariwisata Berkelanjutan", kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas jurnalis sekaligus mempererat kemitraan Bank Indonesia dengan media dalam mendukung penyebarluasan informasi ekonomi dan pembangunan daerah.

Kepala Seksi Kehumasan KPw BI Provinsi Maluku Utara, Safrizal Ariq Al Aziz, mengatakan capacity building merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Bank Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan media partner, khususnya jurnalis yang selama ini aktif mengawal isu ekonomi dan keuangan di Maluku Utara.

"Teman-teman media sudah cukup lama menjadi mitra kami dalam membantu implementasi kebijakan Bank Indonesia di Maluku Utara. Melalui kegiatan ini kami ingin terus memfasilitasi peningkatan kapasitas rekan-rekan jurnalis, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan," ujar Safrizal saat pembukaan kegiatan, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, media merupakan salah satu pemangku kepentingan utama Bank Indonesia yang berperan penting dalam mendiseminasikan berbagai kebijakan dan program kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, seluruh program yang dijalankan BI pada akhirnya bertujuan memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Pada pelaksanaan tahun ini, Bank Indonesia juga mengangkat tema pariwisata dengan memilih Meti Cottage sebagai lokasi kegiatan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi destinasi wisata Maluku Utara yang dinilai memiliki prospek besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.

"Kami mencoba menghadirkan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan salah satu destinasi wisata di Maluku Utara agar semakin dikenal masyarakat, bahkan hingga tingkat nasional," katanya.

Safrizal berharap dukungan media dapat membantu mempromosikan destinasi wisata lokal sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

"Kita perlu mendorong semakin banyak resort maupun destinasi wisata di Maluku Utara agar dikenal luas. Jika kunjungan wisata meningkat, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Kepala Seksi Kehumasan KPw BI Provinsi Maluku Utara, Safrizal Ariq Al Aziz. Foto: halmaherapost.com

Selain membahas pengembangan sektor pariwisata, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi khusus mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung kerja-kerja jurnalistik.

Menurut Safrizal, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal oleh insan pers untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan etika jurnalistik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara yang diwakili Deputi Kepala Perwakilan, Fadhil Muhammad, menegaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat strategis dalam keberhasilan implementasi kebijakan publik.

Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah maupun Bank Indonesia tidak akan berjalan efektif apabila pesan yang ingin disampaikan tidak diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.

"Saya meyakini tidak ada kebijakan publik yang dapat tereksekusi secara efektif tanpa dukungan media. Setiap kebijakan memiliki tujuan dan manfaat yang harus dipahami masyarakat, dan media menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan tersebut," kata Fadhil.

Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Karena itu, lanjut Fadhil, komunikasi publik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kebijakan Bank Indonesia, termasuk kebijakan moneter maupun pengendalian inflasi.

Ia mencontohkan, ketika BI mengambil kebijakan menaikkan BI Rate, masyarakat perlu memahami alasan di balik kebijakan tersebut sehingga terbentuk ekspektasi yang positif terhadap kondisi ekonomi nasional.

"Pesan kebijakan harus tersampaikan secara jelas agar masyarakat mengetahui bahwa Bank Indonesia hadir menjaga stabilitas ekonomi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ujarnya.

Fadhil juga menyoroti pentingnya peran media dalam pengendalian inflasi. Ia menjelaskan, strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui empat pilar atau 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

"Aspek komunikasi efektif inilah yang membutuhkan peran besar media. Berbagai upaya seperti Gerakan Pangan Murah, rapat koordinasi pengendalian inflasi, hingga kebijakan yang diambil pemerintah dan Bank Indonesia perlu diketahui masyarakat melalui pemberitaan yang akurat dan berkualitas," pungkasnya.

Berita Lainnya