Rakorda BPBD Se-Maluku Utara Berakhir, Hasilkan Rekomendasi Strategis Penanggulangan Bencana
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Maluku Utara Tahun 2026 resmi berakhir di Ballroom Marahai Park, Tobelo, Halmahera Utara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Forum yang diikuti sekitar 70 peserta dari seluruh BPBD kabupaten/kota itu menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai langkah memperkuat sistem penanggulangan bencana di Maluku Utara.
Selama dua hari pelaksanaan, Rakorda menjadi forum koordinasi yang mempertemukan BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD kabupaten/kota, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, instansi vertikal, relawan kebencanaan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kesiapsiagaan daerah, optimalisasi sistem komando penanganan darurat, hingga pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.
Koordinator Panitia Rakorda BPBD se-Maluku Utara, Risval Tri Budiyanto, mengatakan Rakorda menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi seluruh BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Maluku Utara.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menghasilkan rekomendasi strategis, tetapi juga memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih profesional dan terpadu.
"Rakorda ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi antardaerah. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan merupakan komitmen bersama agar penanggulangan bencana di Maluku Utara semakin cepat, terpadu, dan efektif," ujar Risval.
Ia menjelaskan, rekomendasi yang disepakati peserta mencakup penguatan kapasitas kelembagaan BPBD, peningkatan kualitas sumber daya manusia kebencanaan, optimalisasi sistem komando penanganan darurat, serta perluasan program mitigasi dan pengurangan risiko bencana hingga ke tingkat masyarakat.
Risval juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya BPBD Kabupaten Halmahera Utara yang dipimpin Kepala Pelaksana Hentje H., atas dukungan penuh sebagai tuan rumah sejak tahap persiapan hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, BNPB, seluruh BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, instansi vertikal, para narasumber, relawan kebencanaan, media massa, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Rakorda BPBD se-Maluku Utara Tahun 2026.
"Keberhasilan Rakorda ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan semua pihak menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi dalam penanggulangan bencana di Maluku Utara terus terbangun dengan baik. Kami berharap sinergi ini terus terjaga sehingga rekomendasi yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara nyata di setiap daerah," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, menegaskan bahwa hasil Rakorda harus menjadi pedoman bersama dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana di Maluku Utara.
"Keberhasilan Rakorda ini merupakan hasil kerja bersama. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya Kepala Pelaksana BPBD Bapak Hentje H. beserta seluruh jajaran, yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi terbaik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses," ujar Fehby.
Menurut Fehby, semangat kolaborasi yang terbangun selama Rakorda menjadi modal penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Ia berharap seluruh rekomendasi yang telah dirumuskan dapat segera ditindaklanjuti oleh BPBD provinsi maupun kabupaten/kota melalui penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas, serta langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif guna mengurangi risiko bencana di Maluku Utara.