1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Kelapa Bido hingga Abon Tuna Morotai Curi Perhatian di Jamnas 2026

Oleh ,

Produk unggulan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mencuri perhatian pengunjung pada Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Kelapa Bido, abon tuna, ikan kakatua asin, pala hingga kenari menjadi sejumlah produk yang menarik perhatian pengunjung di stan Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku Utara.

Stan Kwarda Maluku Utara menjadi etalase yang memperkenalkan beragam potensi dari sembilan kabupaten/kota di provinsi tersebut. Produk pangan, suvenir, kekayaan budaya hingga potensi pariwisata ditampilkan untuk diperkenalkan kepada peserta dan pengunjung Jamnas dari berbagai daerah di Indonesia.

Kabupaten Pulau Morotai menjadi salah satu daerah yang membawa produk khasnya. Di antaranya Kelapa Bido, ikan asin, abon tuna serta materi promosi destinasi wisata.

Penjaga stan Kwarda Maluku Utara, Soleman Buamona, mengatakan kunjungan ke stan mencapai sekitar 1.500 orang selama pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, produk khas Pulau Morotai termasuk yang paling banyak menarik perhatian karena memiliki keunikan tersendiri.

“Untuk kunjungan stan Kwarda Malut berkisar 1.500-an. Yang paling diminati dari suvenir atau makanan Pulau Morotai itu keunikan Kelapa Bido, abon ikan tuna, dan ikan asin,” ujar Soleman.

Abon Tuna Banyak Diminati

Salah satu produk yang paling banyak ditanyakan pengunjung adalah abon ikan tuna. Produk olahan hasil laut tersebut menarik perhatian karena dianggap memiliki cita rasa dan karakter khas Morotai.

Sejumlah pengunjung bahkan mengaku ingin membeli abon tuna setelah melihat produk yang dipamerkan di stan.

Namun, abon tuna yang dibawa ke Jamnas kali ini hanya diperuntukkan sebagai pajangan sehingga belum tersedia untuk dijual.

“Abon yang dibawa hanya sekadar pajangan, tidak untuk dijual. Padahal banyak pengunjung yang ingin membeli abon ikan tuna tersebut,” katanya.

Antusiasme tersebut dinilai menjadi peluang bagi produk olahan perikanan Morotai untuk diperkenalkan lebih luas, khususnya kepada masyarakat dari luar Maluku Utara.

Ikan Kakatua Asin Bikin Penasaran

Selain abon tuna, ikan kakatua asin juga menjadi salah satu produk yang mencuri perhatian.

Keunikan ikan asin tersebut terlihat dari warna dan bentuknya yang berbeda dibandingkan produk ikan asin pada umumnya. Kondisi itu membuat pengunjung penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh tentang produk khas Morotai tersebut.

“Yang paling diminati juga ikan kakatua asin. Menurut tamu yang berkunjung, ikan asin ini unik karena memiliki berbagai macam warna dan berbeda dengan ikan asin lainnya,” ungkap Soleman.

Meski mendapat perhatian, stok ikan kakatua asin yang dipamerkan masih terbatas karena hanya disiapkan sebagai sampel untuk kebutuhan pameran.

Pala dan Kenari Jadi Daya Tarik

Tak hanya produk Morotai, pala dan kenari yang merupakan komoditas khas Maluku Utara juga menjadi perhatian pengunjung.

Soleman mengatakan, kedua produk tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan pada stan daerah lain.

“Untuk suvenir yang lain, mereka lebih tertarik ke kenari dan juga pala. Karena mereka tidak temui di stan yang lain, hanya ada di stan Kwarda Maluku Utara,” katanya.

Kehadiran pala dan kenari sekaligus memperkuat promosi identitas Maluku Utara melalui produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

Momentum Promosi Potensi Morotai

Keikutsertaan Morotai dalam Jamnas 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Tidak hanya produk pangan dan suvenir, potensi pariwisata Morotai turut diperkenalkan kepada peserta Jamnas yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.

Melalui promosi tersebut, Morotai tidak sekadar memperkenalkan produk lokal, tetapi juga membawa identitas daerah ke panggung nasional.

Kehadiran Kelapa Bido, abon tuna, ikan kakatua asin, pala dan kenari diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan perhatian terhadap produk unggulan Maluku Utara.

Jamnas 2026 pun menjadi ruang strategis bagi daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, ekonomi kreatif, kuliner dan pariwisata kepada generasi muda serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Berita Lainnya