1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Karhutla Meluas, Pemprov Maluku Utara Bentuk Satgas dan Minta Bantuan

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya titik api di sejumlah wilayah.

Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, tercatat 33 kejadian Karhutla, meningkat dari 16 titik pada pekan sebelumnya. Kebakaran tidak hanya terjadi di permukiman, tetapi juga meluas ke kawasan pegunungan dan hutan yang sulit dijangkau.

Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe, didampingi Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir, di Kantor Gubernur Malut, Sofifi.

Rakor melibatkan Basarnas, Polda Malut, Damkar, BMKG, BPBD, TNI, pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya. Sebagian titik api di permukiman telah berhasil dipadamkan melalui kolaborasi TNI-Polri, relawan dan masyarakat.

Namun, sejumlah titik di kawasan pegunungan masih belum tertangani. Pemkab Halmahera Utara bahkan meminta dukungan helikopter agar api tidak semakin meluas.

Di Halmahera Timur, titik api di pegunungan Desa Maba masih dalam penanganan. Sementara di Pulau Morotai tercatat dua titik baru, dengan 16 hektare lahan telah berhasil dipadamkan.

Untuk mendukung penanganan, BWS Maluku Utara menyiapkan 10 unit Alkon, delapan ekskavator dan delapan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter.

BMKG Malut menyebut Agustus-September 2026 merupakan puncak kemarau ekstrem akibat El Nino kuat. Kondisi vegetasi yang kering meningkatkan risiko kebakaran, sementara hujan diperkirakan kembali normal pada November.

Pemprov Malut menetapkan empat langkah, yakni membentuk Satgas Karhutla dengan Sekda sebagai ketua, meminta kabupaten/kota mengirim data kejadian dan kebutuhan armada untuk diajukan ke BNPB, mengusulkan modifikasi cuaca dan water bombing jika api meluas, serta melaksanakan Salat Istisqa serentak mulai Jumat, 29 Agustus 2026.

“Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat. Regulasi kita hormati, tapi keselamatan jiwa lebih utama. Semua unsur harus bergerak cepat dan solid,” tegas Sarbin.

Berita Lainnya