OMC Berakhir, Gubernur Sherly Apresiasi Dukungan BNPB Tangani Karhutla

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos. Foto: Ist

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengapresiasi dukungan BNPB bersama sejumlah pihak dalam pelaksanaan operasi untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apresiasi disampaikan Sherly kepada BNPB, BMKG, BMKG Pusat, Lanud, PT Smart Cakrawala Aviation serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Maluku Utara, dan telah berakhir pada 12 September 2026.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB yang telah merespons kebutuhan Maluku Utara melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Sherly.

OMC dilaksanakan selama 5–12 September 2026 dengan basis operasi di Bandara Sultan Babullah, Ternate. Operasi menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 EX dengan bahan semai NaCl.

Selama pelaksanaan, tercatat 10 sortie dengan sasaran yang disesuaikan secara dinamis berdasarkan ketersediaan awan potensial di sejumlah wilayah Maluku Utara.

Pemprov Maluku Utara sebelumnya meminta agar pelaksanaan OMC diperpanjang. Permintaan tersebut disampaikan karena masih terdapat wilayah dengan curah hujan yang belum merata dan potensi pertumbuhan awan hujan.

Sherly mengatakan permintaan perpanjangan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memanfaatkan peluang penanganan selama kondisi atmosfer masih memungkinkan.

“Ketika kondisi membutuhkan dukungan, kita meminta intervensi dan dukungan dari pemerintah pusat. Ketika kondisi atmosfer berubah, pelaksanaan juga harus mengikuti pertimbangan teknis,” katanya.

Namun, berdasarkan evaluasi pada 12 September, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah dan hotspot menunjukkan kecenderungan menurun. Sementara itu, hasil evaluasi BMKG menunjukkan ketersediaan awan potensial untuk mendukung operasi lanjutan tidak memadai.

Atas pertimbangan teknis dan meteorologis tersebut, BNPB memutuskan OMC tidak diperpanjang setelah 12 September 2026.

Sherly menghormati keputusan tersebut karena didasarkan pada kajian teknis dan kondisi aktual di lapangan.

“Permintaan perpanjangan merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memastikan setiap peluang penanganan dapat dimanfaatkan ketika kondisi masih memungkinkan. Kami menghormati keputusan berdasarkan kajian teknis yang dilakukan,” jelasnya.

Meski OMC telah berakhir, Sherly menegaskan kewaspadaan terhadap karhutla tetap berlanjut. Pemprov Maluku Utara akan terus memantau cuaca, curah hujan, hotspot dan kondisi lapangan.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat meningkatkan kembali potensi karhutla.

“Yang terpenting adalah kita terus berupaya memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” tegas Sherly.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Sherly kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan OMC.

“Terima kasih BNPB, BMKG, BMKG Pusat, Lanud, PT Smart Cakrawala Aviation dan seluruh pihak yang telah bekerja bersama untuk Maluku Utara,” tandasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga