1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Maulid Nabi Muslimat-Fatayat NU Maluku Utara, Wagub Sarbin Ajak Teladani Rasulullah

Oleh ,

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman dalam membangun keluarga, memperkuat kehidupan sosial, dan mewujudkan kedamaian di Maluku Utara.

Pesan tersebut disampaikan Sarbin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang digelar PW Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama PW Fatayat NU Maluku Utara di Hotel Jati Ternate, Minggu malam, 6 September 2026.

Peringatan Maulid tersebut mengusung tema “Merajut Kedamaian dalam Kebersamaan melalui Keteladanan Nabi Muhammad saw.” Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Festival Qasidah Rebana 2026.

Sarbin mengatakan, Maulid Nabi tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial untuk memperingati kelahiran Rasulullah. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi umat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita mengenang Rasulullah bukan hanya karena beliau adalah manusia pilihan Allah, tetapi karena seluruh perjalanan hidup beliau menghadirkan teladan yang sangat sempurna,” ujar Sarbin.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah tercermin dalam berbagai sisi kehidupan. Mulai dari bagaimana menjadi seorang pemimpin, suami, ayah, pendidik, anggota masyarakat hingga seorang hamba Allah yang penuh kasih sayang.

Sarbin menuturkan, Rasulullah telah mengajarkan bahwa membangun sebuah peradaban tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan harus dimulai dari manusia itu sendiri, terutama melalui keluarga.

“Pembangunan manusia tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi wajib dimulai dari lingkungan keluarga,” katanya.

Dalam konteks pembangunan Maluku Utara, Sarbin menilai Muslimat NU dan Fatayat NU memiliki peran strategis. Perempuan, kata dia, merupakan kekuatan sosial yang memiliki jangkauan luas, mulai dari keluarga, komunitas, lingkungan pendidikan hingga kehidupan masyarakat.

“Di sinilah saya melihat betapa strategisnya peran Muslimat NU dan Fatayat NU. Dalam konteks pembangunan Maluku Utara, perempuan memiliki posisi yang sangat penting sebagai kekuatan sosial,” ujarnya.

Karena itu, Sarbin berharap Muslimat NU dan Fatayat NU terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Peran tersebut dapat diperkuat melalui sektor pendidikan, penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi masyarakat, perlindungan anak, kesehatan, serta pembinaan generasi muda.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Sarbin juga menyampaikan apresiasi kepada PW Muslimat NU dan PW Fatayat NU Maluku Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Maluku Utara, Dr. Rosita Alting, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti pada agenda seremonial.

Menurut Rosita, momentum tersebut harus menjadi ruang bagi umat untuk melakukan refleksi sekaligus mendorong perubahan diri, terutama dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

“Ketika kita tidak sanggup untuk melakukan perubahan dari waktu ke waktu, ini sangat disayangkan dan menjadi kerugian bagi diri kita semua. Karena perjalanan yang paling penting adalah bisakah kita merefleksikan dan melakukan perubahan itu,” tegas Rosita.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Muslimat NU dan Fatayat NU Maluku Utara. Kolaborasi kedua organisasi perempuan NU itu sebelumnya juga telah dilakukan melalui berbagai kegiatan.

Rosita berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga Muslimat NU dan Fatayat NU dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. itu pun menjadi momentum untuk mengajak seluruh pihak meneladani Rasulullah dalam kehidupan. Nilai keteladanan tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam membangun keluarga yang kuat, masyarakat yang harmonis, serta Maluku Utara yang damai dan penuh rahmat.

Berita Lainnya