1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Agenda

BPRS Bahari Berkesan Perkuat SDM, Sekda Rizal Dorong Inovasi CWLD

Oleh ,

PT BPRS Bahari Berkesan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Waterboom Kota Ternate, Sabtu (3/10/2026), dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly.

Rizal yang juga menjabat Komisaris Utama PT BPRS Bahari Berkesan mengatakan, peningkatan kapasitas SDM penting untuk memperkuat tata kelola lembaga keuangan syariah milik daerah.

Menurutnya, BPRS Bahari Berkesan perlu terus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.

Salah satu yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah CWLD, produk yang menghubungkan layanan perbankan dengan wakaf uang.

“CWLD memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Ternate,” kata Rizal.

Selain pengembangan produk, Rizal juga menilai penerapan CKPN secara akuntabel dan presisi penting dalam menjaga stabilitas dan kesehatan keuangan BPRS Bahari Berkesan.

Pose bersama Sekda Ternate, Rizal Marsaoly dengan Direktur dan jajaran BPRS. Foto: Humas Pemkot Ternate

Ia mengatakan, pengelolaan CKPN membutuhkan pemahaman yang baik agar mitigasi risiko dan pengelolaan keuangan dapat berjalan sesuai prinsip kehati-hatian serta ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPRS Bahari Berkesan, Risdan Harly, mengatakan pelatihan tersebut diikuti 34 karyawan dan karyawati.

Menurut Risdan, kegiatan ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kompetensi SDM dalam pengembangan produk keuangan syariah.

“Lewat pemahaman yang mendalam mengenai Cash Waqf Linked Deposit, kami ingin mendorong instrumen wakaf uang agar lebih produktif dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Risdan.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai CKPN juga penting untuk memastikan mitigasi risiko dan manajemen keuangan berjalan secara akuntabel, prudent, serta sesuai standar regulasi.

Risdan berharap hasil pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehingga BPRS Bahari Berkesan semakin siap menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, serta karyawan dan karyawati PT BPRS Bahari Berkesan.

Berita Lainnya