1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Wali Kota Tauhid Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan Tangani Kebakaran TPA Ternate

Oleh ,

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang bekerja selama kurang lebih 21 hari menangani kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru.

Apresiasi tersebut disampaikan Tauhid saat memimpin Apel Gabungan Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di areal TPA Buku Deru-Deru, Jumat, 23 Oktober 2026 sore.

Apel gabungan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Kota Ternate yang juga Ketua Tim Tanggap Darurat, Rizal Marsaoly, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta personel tim gabungan penanggulangan karhutla.

Seiring terkendalinya kebakaran, Pemerintah Kota Ternate resmi mencabut status tanggap darurat karhutla. Pemkot selanjutnya mengalihkan fokus pada pemulihan pascakebakaran, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta pembenahan sistem pengelolaan sampah di kawasan tersebut.

“Selama 21 hari penuh, seluruh unsur tim gabungan telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan sinergi yang luar biasa dalam memadamkan api serta mengendalikan asap yang sempat mengancam lingkungan dan kesehatan warga,” ujar Tauhid.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi dan dukungan berbagai pihak. Penanganan kebakaran di kawasan TPA memiliki tantangan tersendiri karena titik api dapat muncul di bawah permukaan tumpukan sampah atau ground fire, sehingga membutuhkan upaya pemadaman secara intensif dan berkelanjutan.

Tauhid juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, terutama Gubernur dan Wakil Gubernur, yang turut memberikan perhatian terhadap penanganan kebakaran di TPA Buku Deru-Deru.

Kunjungan pimpinan Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke lokasi kebakaran, kata dia, memberikan semangat bagi tim gabungan untuk terus berupaya menuntaskan penanganan.

“Dukungan pemerintah daerah, termasuk kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, memberikan semangat bagi kita untuk berupaya menyelesaikan kebakaran, terutama di TPA Buku Deru-Deru,” katanya.

Atas nama Pemerintah Kota Ternate, Tauhid bersama Wakil Wali Kota Nasri Abubakar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak di luar jajaran pemerintah kota yang telah membantu selama masa tanggap darurat.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada TNI-Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain itu, penanganan kebakaran melibatkan perangkat daerah Pemkot Ternate, termasuk petugas pemadam kebakaran, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Perumda Ake Gaale, dan Baznas.

“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri, Basarnas, Kementerian PUPR, dan semua pihak yang telah membantu. Saya yakin progres dan kerja keras ini dilakukan secara bersama-sama, dengan saling mendukung dan membantu,” ungkap Tauhid.

Ia juga mengapresiasi kontribusi lembaga, komunitas, paguyuban, pengusaha, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang turut memberikan dukungan bagi tim di lapangan.

Tauhid menjelaskan, penanganan kebakaran di TPA membutuhkan pengerahan alat berat dan pasokan air secara berkelanjutan untuk menjangkau titik api di dalam tumpukan sampah. Koordinasi yang solid antartim menjadi kunci mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.

Selain upaya pemadaman, tim gabungan juga melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar permukiman warga untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan, terutama risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Tauhid berharap, pengalaman penanganan kebakaran selama 21 hari tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, sekaligus memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah di Kota Ternate.

Dengan dicabutnya status tanggap darurat karhutla, Pemkot Ternate kini memprioritaskan pemulihan kawasan TPA Buku Deru-Deru melalui rehabilitasi dan rekonstruksi serta penataan kembali sistem pengelolaan sampah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang dan meminimalkan risiko terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat di sekitar TPA.

Berita Lainnya