Kapal Ilegal Serbu Laut Morotai, Pemerintah dan Aparat Diam
Puluhan kapal ilegal asal Bitung, Sulawesi Utara, kembali marak beroperasi di perairan Morotai. Aktivitas ini membuat nelayan tuna lokal geram karena pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dinilai tidak mengambil tindakan nyata.
Kapal-kapal ilegal tersebut beroperasi di zona tangkap terlarang, yakni di bawah 12 mil dari garis pantai Morotai, dengan kapasitas mencapai 30 Gross Tonnage (GT) per kapal.
Meskipun keluhan nelayan berkali-kali disampaikan, upaya pengawasan dan penindakan oleh aparat terkesan minim. Bahkan, beberapa kali pengusiran dan penangkapan dilakukan oleh nelayan sendiri tanpa dukungan resmi.
“Kapal ilegal Bitung bebas masuk dan merampok laut Morotai. Kami sudah melaporkan ke pihak terkait, tapi tidak ada tindakan nyata,” ujar Mulyanto, nelayan tuna Morotai, Selasa, 9 Desember 2025.
Menurut Mulyanto, aktivitas pencurian ikan ini sudah berlangsung setidaknya dua minggu terakhir.
“Torang sudah sampaikan, tapi mereka cuma tanya kapal itu ada di bagian mana. Padahal malam hari banyak kapal dari depan Daeo, Sangowo, sampai Bere-bere. Masa mereka tidak tahu?” tambahnya.
Ketua Nelayan Morotai Timur, Yanto Ali, mengatakan jumlah kapal ilegal asal Bitung justru meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Penangkapan beberapa perahu asal Bitung sebelumnya dinilai tidak memberikan efek jera.
“Torang bingung, bukannya berkurang malah tambah banyak. Kami menduga mereka punya backing kuat makanya berani terus masuk,” ujar Yanto.
Maraknya kapal ilegal ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan Morotai. Hasil tangkapan menurun drastis, bahkan sering kali tidak mendapatkan hasil sama sekali.
Selain merugikan nelayan, pencurian ikan ini juga membawa kerugian besar bagi Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, karena puluhan hingga ratusan ton ikan tidak dilabuhkan di wilayah Maluku Utara.
Para nelayan menuntut agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menindak kapal ilegal tersebut agar aktivitas perikanan di Morotai kembali aman dan terkontrol.










Komentar