Momen Haru di TMP Kalibata, Bupati Ikram Saksikan Pemindahan Jenazah Abdul Gafur
Suasana haru menyelimuti prosesi pemindahan kerangka jenazah Alm. Marsekal Muda TNI (Purn.) Dr. H. Abdul Gafur Tengku Idris ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut.
Pemindahan kerangka jenazah tokoh nasional asal Halmahera Tengah itu dilaksanakan oleh Markas Besar TNI melalui Garnisun Tetap I/Jakarta dan berlangsung dengan khidmat. Prosesi dilakukan secara militer oleh TNI Angkatan Udara sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Sebelumnya, kerangka jenazah Alm. Abdul Gafur dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Pemindahan ke TMPNU Kalibata dilakukan setelah almarhum memenuhi syarat sebagai penerima hak pemakaman di taman makam pahlawan nasional utama.
Alm. Abdul Gafur Tengku Idris lahir di Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, pada 20 Juni 1939, dan wafat di Jakarta pada 4 September 2020. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok negarawan dengan dedikasi tinggi serta perjalanan panjang dalam dunia pemerintahan.
Dalam kariernya, almarhum pernah menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Pemuda periode 1978–1983, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 1983–1988, serta Wakil Ketua MPR RI periode 1997–1999.
Atas jasa dan pengabdiannya, almarhum dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana. Tanda kehormatan tersebut menjadi dasar konstitusional bagi almarhum untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, menyatakan bahwa pemindahan jenazah Alm. Abdul Gafur ke TMPNU Kalibata merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya warga Fagogoru.
“Ini bukan hanya penghormatan negara, tetapi juga kebanggaan bagi kami di Maluku Utara. Almarhum adalah putra daerah yang telah memberikan dharma bakti dan teladan bagi bangsa dan negara,” ujar Ikram.
Prosesi pemindahan tersebut menjadi penghormatan terakhir negara kepada Alm. Abdul Gafur Tengku Idris, yang semasa hidupnya mendedikasikan diri bagi kepentingan bangsa, negara, dan daerah asalnya.









Komentar