Laboratorium Kosong, SMK Bakti Kepulauan Sula Butuh Sentuhan Serius Pemerintah
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara, Yusran Pauwah, menemukan minimnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan di SMK Bakti Kepulauan Sula saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam kunjungan itu, Yusran melihat langsung kondisi Laboratorium Komputer yang memprihatinkan. Ruangan tersebut hanya berisi meja dan kursi, tanpa satu pun perangkat komputer yang dapat digunakan siswa untuk praktik pembelajaran.
Menurut Yusran, kondisi ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku Utara, mengingat peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini.
“Apalagi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan daya serap siswa terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Yusran.
Ia menegaskan, temuan tersebut akan segera disampaikan kepada Gubernur serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, agar kebutuhan sarana penunjang di SMK Bakti Kepulauan Sula dapat segera ditindaklanjuti.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Bakti Kepulauan Sula, Firdawaty H. Musa, memaparkan berbagai kendala yang dihadapi sekolah dalam proses belajar mengajar. Saat ini, SMK Bakti memiliki dua jurusan keahlian, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Keperawatan, yang sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana memadai.
Firdawaty menjelaskan, khusus jurusan DKV, pembelajaran sangat bergantung pada teknologi digital. Kurikulum menuntut siswa menguasai berbagai perangkat lunak profesional seperti Adobe Creative Cloud (Photoshop, Illustrator, Premiere Pro, After Effects), Blender untuk pemodelan 3D, hingga aplikasi rendering video.
“Tanpa perangkat keras (hardware) yang mumpuni, proses belajar akan terganggu oleh masalah teknis seperti lag, crash, dan waktu rendering yang lama, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas karya siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan berupa perangkat laboratorium komputer yang memadai, serta dukungan peralatan untuk penerapan Metode Teaching Factory (Tefa).
“Kami sangat berharap permohonan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” kata Firdawaty.
Selain komputer dan laptop, SMK Bakti Kepulauan Sula juga membutuhkan peralatan foto studio, kamera video, serta mesin percetakan baliho dan spanduk, guna menunjang pembelajaran berbasis praktik dan industri.
“Kebutuhan ini penting agar siswa memiliki keterampilan nyata dalam fotografi, editing video, hingga percetakan,” ujarnya.
Firdawaty menegaskan, sebagai sekolah kejuruan di wilayah kepulauan, SMK Bakti Kepulauan Sula memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil lokal. Dengan kondisi geografis Kepulauan Sula dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, keberadaan SMK menjadi pusat pendidikan vokasi yang sangat dibutuhkan.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, dan DPRD Maluku Utara, agar kualitas pendidikan vokasi di daerah ini benar-benar terwujud,” tutupnya.









Komentar