Disperindag Maluku Utara Pastikan Stok LPG di Ternate Aman, Harga Tetap Stabil
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara memastikan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kota Ternate dalam kondisi aman dan harga tetap stabil, setelah sempat terjadi kelangkaan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Disperindag Maluku Utara, M. Rony Saleh, menegaskan bahwa tersendatnya pasokan sebelumnya bukan disebabkan kenaikan harga ataupun pengurangan kuota, melainkan keterlambatan distribusi dari jalur pengiriman menuju Maluku Utara.
“Kelangkaan beberapa hari terakhir murni karena keterlambatan distribusi. Kapal pengangkut sudah tiba dan proses pembongkaran telah dilakukan, sehingga mulai hari ini pasokan kembali berjalan normal,” ujarnya saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu agen penyalur, Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam sidak tersebut, Disperindag memantau langsung proses pembongkaran ratusan tabung LPG yang selanjutnya disalurkan ke agen dan pengecer di Kota Ternate. Total 786 tabung dibongkar di PT Semarak Group, terdiri atas ukuran 50 kilogram, 12 kilogram, dan 5,5 kilogram.
Selain itu, sebanyak 700 tabung LPG juga tersedia di PT Sarana Gamalama, yang sebelumnya mengalami kendala serupa akibat keterlambatan distribusi. Dengan tambahan tersebut, total 1.486 tabung LPG kini siap beredar di pasaran.
Rony memastikan harga jual tetap sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan. Untuk LPG ukuran 5,5 kilogram dipatok Rp165.000 per tabung, sementara ukuran 12 kilogram Rp321.000 per tabung.
“Kami pastikan harga tetap stabil. Tidak ada kenaikan. Kami juga terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Ramadan, dapat terpenuhi,” katanya.
Pemerintah berharap tambahan pasokan ini mampu menstabilkan kondisi pasar serta mengakhiri kelangkaan yang sempat dikeluhkan warga di sejumlah titik di Kota Ternate dalam beberapa hari terakhir.









Komentar