Pemerintah
Investasi Ternate Lampaui Target 2026, Kepala DPMPTSP: Capaian Patut Disyukuri
Realisasi investasi Kota Ternate, Maluku Utara, hingga September 2026 mencapai Rp323,18 miliar atau 107,37 persen dari target tahunan sebesar Rp301 miliar.
Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota Ternate, meski tahun anggaran masih menyisakan satu periode pelaporan investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ternate, Hartati Umaternate, mengatakan capaian tersebut patut disyukuri karena merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan investasi.
“Capaian realisasi investasi triwulan III ini merupakan capaian yang patut disyukuri karena hasil kerja keras seluruh pihak, baik dari DPMPTSP Kota Ternate maupun para pelaku usaha yang telah patuh melaksanakan pelaporan LKPM pada periode triwulan III tahun 2026,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, realisasi investasi Kota Ternate pada triwulan III 2026 mencapai Rp213.721.668.456 atau sekitar Rp213,72 miliar.
Nilai tersebut berasal dari 260 catatan kegiatan usaha yang dilaporkan oleh 90 perusahaan. Pada periode yang sama, investasi tersebut menyerap 33 tenaga kerja Indonesia.
Data itu dihimpun melalui aplikasi Satu Data BKPM berdasarkan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode triwulan III yang berlangsung pada 1–15 Oktober 2026. Pelaporan tersebut dikhususkan bagi pelaku usaha non-UMK atau kategori usaha menengah dan besar.
Dari komposisi penanaman modal, investasi dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp211,15 miliar atau 98,80 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp2,57 miliar atau 1,20 persen.
Berdasarkan sektor usaha, hotel dan restoran menjadi penyumbang investasi terbesar di Kota Ternate pada triwulan III 2026 dengan nilai mencapai Rp203,91 miliar.
Selanjutnya, sektor kehutanan mencatat investasi sebesar Rp4,80 miliar, disusul sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar Rp2,97 miliar. Adapun sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencatat investasi sebesar Rp713,93 juta.
Besarnya kontribusi sektor hotel dan restoran menunjukkan bahwa aktivitas investasi di Kota Ternate masih terkonsentrasi pada sektor jasa. Hal ini sejalan dengan karakteristik Ternate sebagai salah satu pusat jasa dan perdagangan di Maluku Utara.
Secara kumulatif, realisasi investasi sebesar Rp323,18 miliar hingga September 2026 telah melampaui target tahunan sebesar Rp301 miliar. Dengan demikian, capaian investasi Kota Ternate mencapai 107,37 persen atau lebih tinggi sekitar Rp22,18 miliar dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut masih berpotensi meningkat karena pelaporan LKPM triwulan IV untuk periode Oktober–Desember 2026 dijadwalkan dibuka pada Januari 2027.
Pada periode pelaporan berikutnya, pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) juga akan ikut melaporkan kegiatan usahanya. Hal ini berpotensi menambah nilai realisasi investasi Kota Ternate hingga akhir 2026.
Pemerintah Kota Ternate melalui DPMPTSP terus memperkuat upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Hartati berharap penguatan pelayanan perizinan, pendampingan pelaku usaha, dan optimalisasi pelaporan LKPM dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan investasi dan memperluas kontribusi penanaman modal terhadap perekonomian Kota Ternate.










Komentar