Agenda

Graal Fasilitasi GKPMI Bertemu Wapres Gibran, Bahas Pelayanan hingga Pendidikan

Pose bersama R. Graal Taliawo bersama pengurus Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) dengan Wapres Gibran. Foto: Ist

Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, R. Graal Taliawo, memfasilitasi audiensi Badan Pengurus Pusat (BPP) dan Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi GKPMI menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari penguatan pelayanan gereja di wilayah pelosok, pengembangan pendidikan teologi, hingga undangan kepada Wapres untuk menghadiri peringatan HUT ke-74 GKPMI yang dirangkaikan dengan Munas XX di Jayapura, Papua, pada April 2027.

Mengawali audiensi, Graal menyampaikan apresiasi kepada Wapres Gibran yang telah menerima jajaran pengurus dan panitia Munas GKPMI.

"Terima kasih atas kebesaran hati Bapak Wakil Presiden telah berkenan meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan menerima audiensi ini," ujar Graal.

Ia kemudian menjelaskan karakteristik GKPMI yang selama ini berfokus pada pelayanan masyarakat di pelosok desa. Para pendeta tidak hanya menjalankan pelayanan keagamaan, tetapi juga hidup berdampingan dengan masyarakat dan menjalani kehidupan sebagai nelayan, petani, serta profesi lainnya.

"GKPMI adalah gereja yang selama ini berfokus melakukan pelayanan di pelosok-pelosok desa. Pendeta hidup menyatu bersama masyarakat desa sebagai nelayan, petani, dan lainnya. Kini GKPMI sedang berupaya bertransformasi mengembangkan dirinya untuk lebih berdampak," kata putra kelahiran Wayaua, Halmahera Selatan tersebut.

R. Graal Taliawo bersama Wapres Gibran. Foto: Ist

Graal juga menyampaikan bahwa selama perjalanan pelayanan GKPMI, belum pernah ada penyelenggara negara setingkat presiden atau wakil presiden yang memberikan sambutan dalam peringatan hari ulang tahun maupun membuka kegiatan Munas.

Karena itu, pihaknya berharap Gibran dapat hadir secara langsung dalam rangkaian kegiatan yang diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta tersebut.

Ketua Umum BPP GKPMI, Pdt. Alex Sasauw, turut menjelaskan sejarah dan perkembangan organisasi tersebut. GKPMI berdiri pada 1953 dengan pusat pelayanan di Maluku Utara. Seiring perkembangannya, jangkauan pelayanan gereja ini meluas hingga Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta, dengan jumlah jemaat mencapai puluhan ribu orang.

Alex mengatakan, HUT ke-74 GKPMI akan dirangkaikan dengan Munas XX yang digelar setiap lima tahun sekali. Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi sekaligus menentukan arah pelayanan GKPMI untuk lima tahun mendatang.

"Peringatan HUT akan dirangkaikan dengan kegiatan Munas ke XX pada April 2027 di Jayapura mendatang. Diselenggarakan setiap lima tahun sekali, Munas merupakan forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah pelayanan lima tahun ke depan. Besar harapan kami Pak Wapres selalu dalam keadaan sehat dan bisa hadir pada kegiatan ini. Kami juga mengundang gubernur dan bupati dari daerah-daerah basis pelayanan GKPMI," jelas Alex.

Persiapan Munas dan Kondisi Jemaat

Ketua Panitia Munas XX, Pdt. Isak Randi Hikoyabi, menyampaikan perkembangan persiapan kegiatan. Ia memastikan seluruh tahapan persiapan terus berjalan dan berada dalam kendali panitia.

Pertemuan R. Graal Taliawo bersama Pengurus Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) dengan Wapres Gibran. Foto: Ist

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Pdt. Hendrik Valen Ayomi, menyampaikan kondisi ekonomi jemaat di sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah agar dapat berpartisipasi dalam Munas.

Ia secara khusus menyoroti kondisi jemaat di Maluku Utara yang mengalami gagal panen sejumlah komoditas perkebunan, seperti kelapa, pala, dan cengkih akibat musim kemarau.

Merespons berbagai aspirasi tersebut, Wapres Gibran menyambut baik penyampaian pengurus GKPMI. Ia menyatakan akan melihat agenda kerja ke depan untuk mengupayakan kehadiran secara langsung di Jayapura.

"Saya akan melihat jadwal ke depan untuk dapat hadir langsung di Jayapura dan mendukung hal-hal terkait yang diperlukan," ujar Gibran.

Dalam pertemuan itu, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai pluralisme dan toleransi serta mendukung kelancaran penyelenggaraan HUT ke-74 GKPMI dan Munas XX.

Graal Sampaikan Kebutuhan Pengembangan STT Kalvari

Selain membahas agenda organisasi, audiensi tersebut turut menyoroti pengembangan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kalvari yang berada di bawah naungan GKPMI.

Graal menjelaskan, STT Kalvari memiliki peran penting dalam menyiapkan calon pendeta untuk melanjutkan pelayanan gereja, terutama di wilayah pelosok. Lembaga pendidikan tersebut berlokasi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara dengan jumlah mahasiswa sekitar 500 orang.

"STT ini adalah sekolah untuk melahirkan pendeta-pendeta berikutnya. Sekolah ini sengaja berada di pelosok desa untuk mengakar dengan masyarakat. Berlokasi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Jumlah mahasiswa sekitar 500 orang. Selama ini biaya pendidikan mahasiswa calon pendeta disumbang oleh jemaat pengusul," jelas Graal.

Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan agar STT Kalvari dapat berkembang dan memiliki fasilitas pendidikan yang lebih memadai. Dengan begitu, mahasiswa dapat memperoleh akses pendidikan teologi yang lebih baik untuk menunjang pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran menyatakan akan berkomunikasi dengan Menteri Agama dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen untuk menindaklanjuti berbagai hal yang dapat didukung pemerintah dalam pengembangan STT Kalvari.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi antara GKPMI dan pemerintah, khususnya dalam mendukung pelayanan keagamaan di wilayah pelosok serta meningkatkan kualitas pendidikan teologi di Indonesia.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga