Sekilas Info

Pendapatan Asli Daerah

Serapan Retribusi Lemah, PAD Kota Ternate 2019 Tidak akan Capai Target

Aktivitas parkir liar di area Pelabuhan Pangkalan Bastiong Ternate, || Foto : Risman Rais/Jalamalut

Ternate, Hpost –Pendapatan Asli Daerah Kota Ternate 2019, tidak akan mencapai target. Kurangnya serapan retribusi daerah membuat capaian pada triwulan IV baru mencapai 33,38 persen atau Rp 14.331.474 Miliar, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 42.935.000 miliar.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate Jufri Ali pada Senin, 11 November 2019, kepada halmaherpost.com di kantoranya.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate tahun 2019 tidak akan mencapai target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot),” tegasnya.

Merujuk rilis PAD pada Triwulan IV, November tahun 2019. PAD Kota Ternate baru di angka Rp 67.356.823 Miliar atau 62,19 persen, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 108.316.480 miliar.

Menurut Jufri, tidak akan dicapainya target PAD tahun 2019 ini tidak lain kurangnya serapan pada Retribusi Daerah yang masih banyak di bawah 50 persen.

"Dari 17 retribusi, yang melewati presentase di atas 50 persen ada retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan Rp 2.810.910 miliar atau 89,95 persen, lalu retribusi pengujian kendaraan bermotor Rp 274.600 juta atau 68,65 persen, kemudian retribusi pemeriksa alat pemadam kebakaran Rp 960.240 juta atau 85,35 persen, terus ada retribusi rumah potong hewan Rp 147.287 juta atau 89,26 persen dan retribusi tempat khusus parkir Rp 497.400 juta atau 58,52 persen. Sisanya dibawah 50 persen," paparnya saat dijumpai diruang kerja.

Salah satu alasan kurangnya serapan, pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengelola retribusi, lanjut Jufri, karena besarnya target yang ditetapkan dan adanya kebocoran retribusi yang masih dikelola secara manual.

Solusinya, tambah Jufri, dilakukan dengan uji petik untuk menentukan berapa besaran target retribusi SKPD pengelola dan menggantikan sistem manual ke elektronik untuk meminimalisir terjadinya kebocoran PAD.

"Prinsipnya, PAD Kota Ternate tidak akan mencapai 100 persen, bisa ditutup di angka 80 persen saja sudah syukur, meski dari Pajak Daerah sedikit mampu menutupi kebocoran dengan menyumbang Rp 47.822.691 miliar atau 87,01 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 58,960,00 miliar. "tandasnya.

Penulis: Awi
Editor: Red

Baca Juga