Sekilas Info

Virus Corona

Ini Riwayat Pasien 01 Covid Malut, Kebutuhan Ruang Isolasi Mendesak

Asgar Saleh, Direktur LSM Rorano || Foto: Faris Bobero

Ternate, Hpost – Pemerintah daerah terkait atau Gugus Tugas didesak segera menyediakan ruang isolasi yang memadai. Hal ini mendesak setelah memerhatikan hasil penyelidikan epidemiologi (Pe) Covid-19 atau Virus Corona, atas riwayat perjalanan pasien 01 positif corona di Maluku Utara yang telah melakukan kontak langsung dengan 25 orang.

“Saya minta tolong Gubernur dan Wali Kota baku dapa (bertemu). Pak Kapolda dan Pak Danrem tolong bantu juga. Tentukan tempat yang layak dan aman untuk jadi tempat isolasi entah Asrama Haji, gedung bekas RS Darma Ibu, atau dimana saja bagi mereka yang melakukan kontak dengan pasien positif 01 Maluku Utara,” kata Asgar Saleh, Direktur LSM Rorano, kepada sejumlah wartawan, Selasa 24 Maret 2020.

Asgar bilang, saat ini ketersediaan ruangan di RSUD Chasan Boesoirie sudah tidak ada. “Ada PDP semalam disuruh pulang rumah karena tidak ada ruangan lagi,” ucap Asgar.

“Isolasi selama 14 hari penting sebagai langkah antisipasi agar virus tidak menyebar. Isolasi juga penting agar puluhan orang ini tidak berhubungan dengan orang lain atau keluarga mereka dan mereka mendapat pengawasan yang intensif

Dalam riwayat perjalanan itu, pasien melakukan kontak langsung bersama 3 anggota keluarga, 18 orang medis di ruang Paru, 4 orang di UGD, 1 orang di ruang Rontgen, 2 orang di salah satu bank swasta, 4 orang di ruang polik penyakit dalam, serta 6 orang di rumah sakit

Riwayat perjalanan tersebut berdasarkan hasil investigator Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Dinas Kesehatan Kota Ternate, dan KKP kelas III Kota Ternate, terhadap pasien.

Pasien 01 positif corona, pada 28 Februari 2020, bersama istri berangkat dari Gela, Taliabu menuju Ternate. Pada 5 – 13 Februari, pasien tinggal sementara bersama anaknya di kosan dengan alamat Kelurahan Makassar Timur.

Pada 13 Februari, pasien berangkat ke Jakarta dan menuju Kota Bandung untuk mengantarkan anaknya kuliah di Kota Bandung. Kurang lebih 17 hari pasien berada di Bandung, hingga 1 Maret 2020.

Pada 1-5 Maret 2020, pasien melakukan perjalanan pulang dari jakarta menuju Ternate menggunakan kapal laut Dorolanda, dari pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta dengan rute persinggahan Surabaya, Makassar, Bau-bau, Namlea, Ambon Ternate.

Pada 5 Maret 2020, pasien tiba di pelabuhan Ahmad Yani, Ternate. Pasien itu sempat berada di Terminal kurang lebih satu jam, menunggu jemputan anaknya.

Selama lima hari, 5 – 10 Maret 2020, tinggal di Kampung Makassar Timur. Pada 10 Maret pasien pergi ke polik umum penyakit dalam RSUD Chasan Boesoirie, karena mengalami sakit batuk, flu, menggigil dan muntah.

Setelah itu, pasien pulang ke kosan dan meminum obat yang diberikan dokternya. Namun, kondisi pasien tidak mengalami perubahan. Sekitar pukul 12.30, pasien ke Rumah Sakit Tentara Ternate, melalui UGD. Saat itu pula pasien dirujuk ke UGD Chasan Boesoirie, dan langsung dipindahkan ke ruangan Paru untuk mendapatkan perawatan.

Selama 12 hari di ruang paru, yakni pada 10-21 maret 2020. Tindakan rontgen dilakukan pada 18 Maret 2020, lalu pada 19 Maret 2020 pihak medis melakukan pengambilan specimen Covid dan langsung dikirim ke Jakarta.

Dua hari menjelang itu, pada 21 Maret 2020, pasien dinyatakan sembuh oleh dokter dan dipulangkan. Selama dua hari, yakni 21-23 Maret 2020, pasien positif itu tinggal di kosan kampung Makassar bersama anaknya. Selam di kosan, pasien sempat pergi ke pasar Bastiong, makan di rumah makan dan menerima tamu keponakan. Pada 23 Maret 2020, pasien dinyatakan positif Covid-19, dan kembali dijemput pihak medis untuk mendapatkan perawatan intensif.

Penulis: Red
Editor: Red

Baca Juga