Sekilas Info

Covid-19

Terus Meningkat, Gugus Minta OTG Patuhi Protokoler Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Covid Maluku Utara, dr Alwia Assagaf || Foto: Ais

Ternate, Hpost –Orang Tanpa Gejala dan reaktif rapid test terus meningkat dan tersebar hampir di semua kabupaten kota di Maluku Utara. Oleh karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Maluku Utara meminta agar Orang Tanpa Gejala mematuhi protokoler untuk memutus mata rantai penyebaran Covid.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Maluku Utara pada Rabu 29 April 2020, menyebutkan, , jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG), terus meningkat 27 kasus menjadi 485 orang. Jumlah akumulasi OTG sebanyak 558 orang, sementara 72 orang diantaranya telah melewati masa pemantauan.

“27 orang itu dari hasil tracking kontak pasien terkonfirmasi positif sebelumnya,” papa Alwia dalam rilis yang diterima Halmaherapost.com.

Nonton: "Orang Bergejala Mirip" Covid Lolos dari Pemeriksaan Bandara Baabullah

Dari data tersebut, tercatat hanya 31 OTG yang saat ini menjalani karantina di Sahid Bella Hotel. Sementara ratusan OTG yang tersebar di kabupaten/kota hanya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara itu, untuk pemeriksaan rapid test sampai dengan hari ini telah dilaksanakan pemeriksaan kepada 1578 orang, dan didapatkan hasil 94 orang reaktif yaitu 37 OTG, 32 ODP, 4 PDP dan 21 pendatang dari daerah terjangkit.  Sedangkan 1484 orang dengan hasil rapid test non reaktif.

Mencermati angka OTG dan Reaktif Rapit tes yang terus meningkat, Alwia menegaskan, hasil rapid test non reaktif tidak menyingkirkan kemungkinan positif covid, karena hasil tersebut bisa negatif palsu sehingga perlu penegakan diagnosa melalui swab test.

“Karena kita tidak pernah tahu siapa yang menderita covid-19 di sekitar kita, terutama bagi yang tidak bergejala,” tutup Alwia.

Nonton: Pasien Positif Covid-19 Main Bola di RSUD Chasan Boesoerie Ternate

Sebelumnya, beradar video viral pasien positif tampak asik bermain bola di ruangan isolasi RSUD Chasan Boesoirie, Ternate, Selasa 28 April 2020. Menanggapi hal ini, menurut Alwia, aktivitas interaksi antar pasien positif seperti itu akan menghambat proses pemulihan para pasien.

Alwia meminta, agar OTG yang reaktif maupun non reaktif rapid test maupun yang menjalani karantina maupun diisolasi agar mematuhi imbauan protokoler pencegahan covid-19. Diharapkan kesadaran mematuhi protokoler covid-19, meski hanya menjalani Isolasi mandiri di rumah.

“Kalau semua mau karantina di tempat khusus mana mampu pemerintah. Selain itu, bisa-bisa mereka barulah saling berinteraksi karena jenuh atau malah mau melarikan diri. Jadi kesadaran mereka sangat penting untuk memutus mata rantai,” harapnya.

Penulis: Red

Baca Juga