Sekilas Info

HUT

Ini Harapan Elang-Rahim pada HUT Pemkab Halteng ke 30

Penyerahan bendera pataka kepada Bupati Halteng Edi Langkara. (foto: Hpost)

WEDA, Hpost - Sejak terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), pada 2017 silam.

Kepemimpinan Edi Langkara dan Abdul Rahim Odeyani (Elang-Rahim), tidak diragukan lagi. Dengan telah melaksanakan tugas-tugas Pemerintah Daerah (Pemda), tanpa perbedaan.

Setidaknya, hal itu yang dikatakan Elang sapaan akrab Edi Langkara, saat memperingati HUT Pemkab Halteng ke 30, Sabtu 31 Oktober 2020.

Elang bilang, dimana pun baik itu Pemerintahan atau apa, pasti ada permasalahan. Di Halteng, pemimpin sebelum-sebelumnya banyak tersandung kasus. Salah satunya, melayani masyarakat dengan pilih kasih.

Artinya, telah melanggar sumpah jabatan, mendistorsi pembangunan, mendistorsi kesetaraan dan keadilan.

Keadilan yang menjadi cita-cita politik negara, sudah dicabik-cabik. Janji-janji luhur politik yang telah menjadi sumpah dihadapan rakyat, sirna sudah.

Masyarakat telah hilang harapan, menjadi hilang arah dan hilang persaudaraan seiring perjalanan kekuasaan.

Arah kompas pembangunan terbelokkan oleh keangkuhan, kekuasaan dan kesombongan. Sikap absolutisme kekuasaan, sungguh telah mengabaikan dimensi-dimensi sosial kita.

"Belajar dari pengalaman empiris itulah, dibawah kepemimpinan Elang-Rahim, kami bersumpah mengubur dalam-dalam rasa benci, kesenjangan sosial pembangunan dan perilaku dendam politik, yang tidak memberikan edukasi kepada masyarakat. "janjinya

Tepat hari ini, sambung Elang, Pemkab Halteng menginjak usia ke 30 tahun. Meski secara De fakto, fungsi dan tugas pemerintahan baru dilakukan 13 tahun. Namun kita dapat menyaksikan perubahan itu secara nyata, dari hasil yang kita pacu.

Menelorkan tema Kita Fagogoru, pada HUT ini, sangat syarat akan makna dan nilai. Meski terdengar sederhana, namun memiliki arti penegasan bahwa spirit kehidupan masyarakat akan cita-cita Fagogoru (bersaudara-red).

"Masyarakat Gebe, Weda dan Patani. Secara historis dan kultural, adalah masyarakat yang bersaudara. Fagogoru mengajarkan kita untuk saling mengenal dan mengasihi serta berkasih sayang," ujarnya.

Lebih lanjut, Fagogoru mengajarkan nilai-nilai Arrahman dan Arrahim. Yang diajarkan leluhur untuk saling menyayangi, menghormati, toleransi, ramah terhadap lingkungan, etika dan moralitas.

Maka dari itu, Elang-Rahim bersungguh-sungguh mengusung filosofi Fagogoru, sebagai pilar pembangunan Halteng.

"Kami nyatakan bahwa, kami membangun daerah ini dengan landasan kasih sayang. Kami membangun masyarakat tanpa perbedaan. Dengan berpijak pada lima misi pembangunan, Pertama birokrasi yang bersih, profesional dan melayani. Ke dua, infrastruktur dasar dan konektifitas wilayah. Ke tiga, mengembangkan sumber daya alam dan iklim investasi yang nyaman. Ke empat, pendidikan dan kesehatan merata dan bermutu. Ke lima, budaya Hukum dan HAM sebagai bingkai Fagogoru," tegasnya.

Meski capaian dan pretasi telah diukir, namun Elang menyadari masih banyak harapan masyarakat, yang belum terpenuhi.

Melalui momentum HUT ini, Elang-Rahim menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Halmahera Tengah. Karena kurang lebih tiga tahun kepemimpinan, masih banyak pekerjaan yang belum tuntas.

Kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), akan dituntaskan pada dua tahun sisa pemerintahan.

"Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kiranya kita semua diberikan kekuatan lahir bathin. Hanya doa dan harapan, agar  masyarakat Halmahera Tengah diberikan kelapangan hati, dimudahkan rezeki, ringankan beban hidupnya, selamatkan dari semua bahaya serta jauh dari bencana," pungkasnya.

Penulis: Ino
Editor: Red

Baca Juga