Statistik

September 2020, Ekspor Impor Malut Tumbuh

Crane di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate || Foto: Layank/Hpost

TERNATE, Hpost - Berita Resmi Statistik (BRS) pada November 2020 memperlihatkan, nilai ekspor Provinsi Maluku Utara (Malut) pada September 2020 mengalami kenaikan sebesar USD 85,15 juta atau 2,33 persen, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya di tahun yang sama sebesar USD 83,21 juta.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Malut Atas P. Lubis, meski mengalami kenaikan, namun secara kumulatif, volume ekspor Malut Januari hingga September 2020 sebesar 987,97 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 90,04 persen, dibanding Januari hingga September 2019 yang sebesar 9.914,71 ribu ton.

September 2020, barang dari Provinsi Malut yang diekspor melalui Provinsi lain yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan. Sementara barang ekspor asal Malut yang diekspor berupa golongan buah-buahan (HS 08). Golongan lak, getah, dan damar (HS 13). Golongan ikan dan udang (HS 03). Golongan perhiasan atau permata (HS 71). Golongan minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33) dan Golongan paket pos, parsel, dan barang dikembalikan (HS 99).

Suasan pasar Gamalama Ternate. || Foto: Firjal

"Sedangkan nilai ekspor asal barang dari Provinsi Malut, yang diekspor melalui Provinsi lain sebesar USD 1,69 juta atau 1,94 persen, dari total ekspor asal barang Provinsi Malut sebesar USD 86,84 juta," jelasnya, 4 November 2020.

Lanjut Atas P. Lubis, nilai impor Provinsi Malut pada September 2020 juga mengalami kenaikan. Yakni diangka USD 217,91 juta atau 39,09 persen, jika dibandingkan bulan sebelumnya di tahun yang sama senilai USD 156,67 juta.

Berbeda dengan ekspor, volume impor Malut justru mengalami kenaikan. Yakni diangka USD 147,59 ribu ton atau 59,74 persen, jika dibandingkan bulan sebelumnya di tahun yang sama senilai USD 78,77 ribu ton.

"Pada September 2020, Provinsi Malut mengimpor 31 golongan barang dengan nilai impor terbesar pada golongan mesin atau peralatan listrik (HS 85) senilai USD 97,57 juta," bebernya.

Barang impor Malut pada September 2020 berasal dari Tiongkok dan Australia. Nilai impor Malut pada Januari hingga September 2020 sebesar USD 1.227,48 juta atau naik sebesar 119,13 persen, dibandingkan dengan impor Januari hingga September 2019 senilai USD 560,16 juta.

Penulis: Awi
Editor: Red

Baca Juga