Sekilas Info

Pilwako Ternate

MHB Keluhkan Tim Pemenang, Simpatisan dan Relawan Tidak Bumikan Program

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, nomor urut 3, M. Hasan Bay dan Moh. Asghar Saleh.

Ternate, Hpost - Selaku Calon Wali Kota Ternate, M. Hasan Bay mengimbau kepada seluruh relawan dan tim pemenangannya, untuk lebih giat mengampanyekan program-program yang dicanangkan.

Himbauan ini disampaikan, setelah Ia mendapat informasi akan adanya kecenderungan menguatnya sentimen politik identitas, yang hendak digaungkan pihak-pihak tertentu.

Bagi Politisi Partai Golkar itu, penting kiranya masyarakat Kota Ternate diberikan pencerahan terkait dengan program MHB-GAS. Yang mana, mencerahkan masyarakat dengan program, lebih baik dari pada harus menarik kedalam isu sentimental, yang berpotensi melahirkan pertikaian.

"Setiap kali saya kunjungan di kelurahan-kelurahan, masih ada warga yang bertanya programnya MHB-GAS itu apa. Sehingga setelah saya pikir-pikir, ternyata pendukung, tim pemenangan, simpatisan dan relawan harus giat lagi menyampaikan apa saja program, visi dan misi kami untuk Kota Ternate lima mendatang," katanya kesal, Rabu 18 November 2020.

M. Hasan Bay bilang, masyarakat sudah harus memahami betul, apa yang program MHB-GAS. Mengingat, sisa waktu yang sempit, hingga hari pencoblosan tiba. Ia meyakini, jika masyarakat memahami program yang dicanangkan, besar kemungkinan mereka akan menjatuhkan pilihan kepada pasangan nomor urut 3.

Kampanye calon Wali kota Ternate Muhammad Hasan Bay (MHB) di Pulau Moti pada Minggu 4 Oktober 2020 || Foto: Istimewa

"Program-program MHB-GAS harus di bumikan. Artinya, disampaikan pada masyarakat agar mereka paham apa yang akan kami lakukan. Di waktu yang tersisa ini, kalau masyarakat paham program kami, Insha Allah mereka pastinya memberi dukungan kepada kami," tegasnya.

Agar pendukung MHB-GAS tidak perlu larut dalam isu-isu identitas, Ia mengemukakan bila sentimen identitas tidak perlu di respon secara berlebihan. Kalau pun harus di respons, manakala sudah menjurus pada fitnah dan diskriminasi.

"Tidak perlu larut dengan sentimen identitas, bukan berarti tidak perlu di respons. Respon atas sentimen itu perlu dilakukan, sejauh itu sudah mengarah pada fitnah dan diskriminasi rasial, jangan.

Diluar dari pada itu, bagi saya tidak perlu. Namun inti dari ini semua adalah bumingkan program MHB-GAS," pungkasnya.

Penulis: Qra
Editor: Awi

Baca Juga