Sekilas Info

Pilwako Ternate

Hasil Penilitian, Kemampuan Yamin-Ada lebih Unggul

Kampanye YAMIN ADA di Kelurahan Rua, Rabu 28 Oktober 2020. (foto: Istimewa)

Ternate, Hpost - Seperti yang dilakukannya, pada Debat Publik tahap pertama Kota Ternate, beberapa waktu lalu. Kini, Dosen Akademi Ilmu Komputer Ternate, Ilham Jufri M.Kom, kembali merilis hasil penelitiannya.

Yakni, penilaian publik terhadap Debat Publik tahap kedua Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate. Hasil penilitian ini, merupakan yang kedua kalinya, dengan menggunkan metode yang sama, yakni metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT).

Menariknya, baik pada debat publik tahap pertama maupun debat tahap kedua. Paslon nomor urut 4 Yamin Tawari dan Abdullah Taher (Yamin-Ada), memperoleh nilai tertinggi dari empat ukuran penilaian.

"Ada empat indikator penilaian survei saya, pertama logika berpikir, kedua sistimatika berpikir, ketiga kemampuan analisa sintesis dan terakhir ada kemempuan analisa wacana," katanya.

Menurutnya, keunggulan Yamin-Ada, tidak hanya pada debat publik tahap pertama. Tapi nilai akomulasi debat pertama dan kedua juga masih mengguli, tiga kandidat lainya.

"Hasil algoritmanya seperti ini, hasilnya berdasarkan 20 daset terhadap Paslon pada debat pertama. Pasangan Maju_A1 = 0,35, pasangan Tulus_A2 = 0,61, MHB-Gas_A3 = 0,52 dan Yamin-Ada_A4 = 0,65," jelasnya.

Debat publik tahap dua, yang diselenggarakan di Jakarta, menghasilkan logaritme penilaian seperti Paslon Maju_A1 = 0,55, Paslon Tulus_A2 = 0,67, Paslon MHB-Gas_A3 = 0,66 dan Paslon Yamin-Ada_A4 = 0,69.

Sementara hasil perbandingan, penilaian sesi debat publik pertama dan kedua adalah Paslon Maju_A1 = 0,45, Paslon Tulus_A2 = 0,64, Paslon MHB-Gas_A3 = 0,59 dan Paslon Yamin-Ada_A4 = 0,67.

"Yang menarik, perolehan nilai pada debat kedua mengalami kenaikan untuk semua kandidat. Artinya, masing-masing Paslon memiliki kemajuan atau kesiapan yang matang," ujar Jufri.

Dijelaskan, penilitian ini bertujuan untuk memberikan literasi publik, bahwa untuk menilai atau menentukan pilhan seharusnya menggunakan metode dan model, sehingga menghasilkan penilaian yang obyektif.

Metode Multi-Atribute Utility Theory (MAUT) merupakan, suatu skema yang evaluasi akhir (x). Dari suatu objek x, didefinisikan sebagai bobot yang dijumlahkan dengan suatu nilai yang relevan, terhadap nilai dimensi (nilai utilitas).

Metode MAUT digunakan untuk merubah, dari beberapa kepentingan kedalam nilai numerik dengan skala 0-1. Dimana 0 mewakili pilihan terburuk dan 1 mewakili pilihan terbaik.

Hal ini memungkinkan, perbandingan langsung dengan beragam ukuran. Hasil akhirnya, urutan peringkat dari evaluasi alternatif yang menggambarkan, pilihan dari para pembuat keputusan.

"Dalam analisa perhitungan penelitian ini, data yang digunakan adalah data penilaian hasil debat sesi pertama dan kedua. Dengan teknik pengumpulan data penyebaran kuisioner, obyek sampel kuisionernya adalah dosen, guru, ASN dan wartawan," paparnya.

Obyek sampel penilaian debat kedua 80% sama, dengan obyek sampel penilaian debat pertama, dengan dataset yang digunakan sebanyak 20. Sementara kriteria penilaian dan penentuan tingkat kepentingan berdasarkan nilai bobot logika berpikir = 0,35, sistimatika berpikir = 0,30, kemampuan analisa sintesis = 0,20 dan Kemempuan analisa wacana = 0,15.

Setiap persepsi penilaian, diberi penilaian Sangat Baik (SB) = 0.35, Baik (B) = 0.30, Kurang Baik (KB) = 0.20, Tidak Baik (TB) = 0.15.

"Yang saya perlu tegaskan, penilitian ini mengukur kemampuan para Paslon pada sesi debat publik, yang diselenggarakan KPU. Bukan penilitian kemenangan satu Paslon saja. Dan berdasarkan metode akademik, yang mampu dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Penulis: Red
Editor: Awi

Baca Juga