Sekilas Info

Baznas

Protes Warga atas Zakat yang Diterima, Ini Penjelasan Baznas Kota Ternate

ilustrasi (sumber: google image)

Ternate, Hpost - Puluhan warga Kelurahan Kalumata RT 09 RW 04, sekitar pukul 00:30 WIT Senin (30/11) malam kemarin berbondong-bondong ke Masjid Hubbudin, guna mempertanyakan bantuan zakat berupa paket sembako yang diberikan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate.

Pasalnya, warga menduga bantuan tersebut syarat akan Politik, yang sengaja dimainkan salah satu Paslon di Pilkada Kota Ternate.

Dihadapan warga dan sejumlah karyawan Baznas Kota Ternate, Ketua RT 09 Kelurahan Kalumata, Jabir Hoda mengaku tidak tahu atas bantuan di lingkungannya. Kalaupun ada, pasti ada kupon yang dibagikan. Namun kenyataannya, tidak sama sekali.

"Kalaupun ini dari Baznas, kenapa tidak didistribusikan siang hari? Karena sekarang momentum Pilkada, jadi otomatis pemikiran orang akan mengatah ke Paslon tertentu.

Puluhan warga Kelurahan Kalumata kemarin berbondong-bondong ke Masjid Hubbudin, guna mempertanyakan bantuan zakat berupa paket sembako yang diberikan Baznas Kota Ternate || Istimewa

Apa lagi, proses pembagaian zakat ini tak begitu transparan. Bahkan tidak ada koordinasi antara Baznas dan saya (Ketua RT-red)," ungkapnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Pelaksana Bidang Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat, Baznas Kota Ternate, Ade Mustafa menjelaskan bahwa sasaran zakat yang diberikan berupa paket sembako ini, adalah fakir miskin.

Tapi, pihaknya tidak berkoordinasi dengan Lurah setempat. Dan hanya menyurati Pengurus Masjid Hubbudin, tertanggal 25 November 2020.

"Sasaran zakat kita adalah fakir miskin. Lantas kenapa tidak berikan informasi ke lurah, tapi malah ke Masjid? Karena, yang paling tau fakir miskin diwilayahnya adalah pengurus Masjid," paparnya.

Sambung Ade Mustafa, akan berbeda urusannya bila ada warga yang meminta bantuan modal. Yang mana, Baznas akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, bukan pengurus Masjid.

"Tahun ini, sebanyak 2.000 fakir miskin yang berhak menerima zakat berupa paket sembako. Karena jumlahnya cukup banyak, maka kita tampung di Masjid. Tapi kalau sedikit, kita akan bagi-bagikan pakai kendaraan. Nah, pembagian model pembagian zakat tadi yang sering kita lakukan," katanya.

Menurutnya, cara seperti itu dikarenakan situasi pendemi Covid-19 dan memikirkan sembari memikirkan dampak. Sehingga, meminimalisir dan menghindari kerumunan maka dibagikan secara langsung. Bahkan, sejumlah tukang ojek pun mendapat hak mereka.

Ade Mustafa bilang, pembagian zakat kepada fakir miskin merupakan program Baznas Kota Ternate setiap tahunnya. Yang mana pada 2019, zakat diberikan kepada 1500 fakir miskin.

"Jadi tahun ini naik 500 dari sebelumnya, karena pasti ada masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid-19," ujarnya.

Pada prinsipnya, zakat berupa paket sembako kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik.

"Silahkan hadir saat pembagian, agar tau mekanisme dan cara pembagiannya," pungkasnya.

Sembari menambahkan, jumlah paket yang sudah tertata rapi di dalam Massjid sekitar 600 paket sembako. Jumlah ini terbagi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ternate Selatan dan Kecamatan Pulau Ternate.

Sementara Kecamatan Ternate Tengah, ada pada Mesjid Al-Munawwar dan Kecamatan Ternate Utara dan Kecamatan Ternate Barat titiknya di Kelurahan Sango.

Penulis: Qra
Editor: Awi

Baca Juga