Info Sanana

Cerita Pasien yang Diabaikan Saat Berobat di Puskemas Sanana

Tampak Depan Puskesmas di Sanana, Foto: Hartati Panigfat

Sanana, Hpost - Pukul 09.00 WIT, Osin (29) Warga desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, mengantar anaknya berobat ke Puskesmas Kota Sanana.

Anaknya yang berusia 10 bulan itu dibawa Osin ke puskesmas dengan keluhan demam tinggi dan flu.

Osin mengambil antrean. Ia mendapat antrean pertama untuk pasien anak. Akan tetapi, pasien yang datang belakangan namanya dipanggil duluan. Osin lantas marah. Ibu rumah tangga itu merasa diperlakukan tidak adil oleh petugas puskesmas.

"Di puskesmas Sanana mungkin harus ada kenalan agar dipanggil, karena saya mendapat antrean pertama untuk pasien anak, tapi namanya dilewatkan, hingga dua jam menunggu, padahal anak saya sakit, demamnya tinggi," kata Osin, dengan kesal kepada Halmaherapost.com, Senin 9 Agustus 2021.

Osin yang merasa diperlakukan tidak adil, sempat baku adu mulut dengan petugas puskesmas. "Petugas rasionalisasi pada saya bahwa itu sesuai nomor resep, tapi petugas di tempat pendaftaran itu bilang saya yang duluan kenapa lewat terus," ungkapnya.

Saat mengantre, anaknya tampak rewel. Antrean panjang. Osin terpaksa mengambil uang pendaftarannya lalu pergi dari puskesmas. Ia kemudian pergi membawa anaknya berobat di tempat praktik bidan di Desa Fatce.

Atas kejadian itu, Osin berharap agar Kepala Puskesmas mengevaluasi kinerja stafnya untuk tidak lagi terjadi hal serupa di pasien yang lain.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sanana, Hilman Masuku kepada Halmaherapost.com, mengakuinya bahwa karena masalah komunikasi.

"Karena tadi juga saya dengar dari petugas terkait keluhan pasien kalau mau dilihat kondisi mungkin komunikasi yang kurang bagus saja," ungkapnya.

Hilman menjelaskan pelayanan di Puskemas Sanana memiliki 3 orang dokter, dokter gigi, 2 dokter umum. Dua dokter umum ni juga masing-masing punya tugas dan ruangan beda-beda.

"Jadi satu dokter di ruangan/periksa umum atau dewas dan 1 untuk Ruangan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sehat)," jelas dia.

Hilman bilang, dokter anak alias MTBS yang dikeluhkan itu tidak bertugas. Jadi, pasien dialihkan ke ruangan periksa umum sehingga terkesan agak lama dalam menerima pelayanan.

"Jadi tidak ada unsur kesengajaan," katanya.

Menurut Hilman, dokter MTBS saat itu sedang melaksanakan tugas tambahan yaitu screening untuk masyarakat yang mau menerima vaksin covid 19. Tugas tersebut tidak bisa digantikan dengan dokter lain.

Perihal pasien yang menyerobot antrean, Hilman mengungkapkan: "Pasiennya itu pasien khusus di ruangan itu makanya dia dipanggil duluan" katanya.

"Iya ini mungkin karena tadi tidak disampaikan dengan jelas. Soal dokter yang ada tugas lain," lanjut Hilman.

Meski begitu, kejadian tersebut dianggap sebagai koreksi terhadap pelayanan puskemas. Oleh karena itu, Hilman juga mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam menerima pelayanan di Puskesmas Sanana.

"Dan kami juga mengucapkan banyak terimakasi karena sudah ada keluhan masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Hartati Panigfat
Editor: Firjal Usdek

Baca Juga