Hukum

Rasisme Usai Laga Persib vs Malut United, Duo Sayuri Ambil Langkah Hukum

Yance dan Yakob bersama Kuasa Hukum dan perwakilan manajemen Malut United saat lapor polisi terkait rasisme. Foto: Ris

Dua pemain Malut United sekaligus mantan punggawa Timnas Indonesia, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, resmi melaporkan dugaan tindakan rasisme yang menimpa mereka ke Polda Maluku Utara, Selasa, 6 Mei 2025.

Laporan ini menyusul serangkaian komentar bernada diskriminatif yang tersebar di media sosial usai pertandingan melawan Persib Bandung dalam pekan ke-31 BRI Liga 1.

Keduanya datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Malut didampingi penasihat hukum dan perwakilan manajemen Malut United. Sebelum membuat laporan resmi, Yakob dan Yance terlebih dahulu bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Malut, Kombes Pol Asri Effendi, yang kemudian mengarahkan mereka ke SPKT.

Unggahan bernada rasis yang menyasar kedua pemain asal Papua tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. Manajemen Malut United menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas sebagai bagian dari komitmen klub dalam memerangi diskriminasi di dunia olahraga.

"Saya merasa perlu melaporkan tindakan rasis ini karena bukan hanya ditujukan kepada saya dan Yakob, tetapi juga kepada keluarga saya. Bahkan, anak saya pun ikut diserang secara verbal di media sosial," ujar Yance Sayuri kepada wartawan usai membuat laporan.

Senada dengan Yance, Yakob Sayuri berharap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

"Kami berharap Kapolda segera mengusut dan menemukan pelaku ujaran rasis tersebut, karena ini bukan hanya mencoreng nama baik kami, tetapi juga merusak semangat fair play dalam sepak bola," katanya.

Pengurus Malut United, Asgar Saleh, menyampaikan bahwa kedua pemain mengalami tekanan psikologis akibat tindakan rasisme tersebut. Ia menegaskan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi kompetisi sepak bola yang kompetitif.

"Kami melihat dampak psikologis yang cukup serius terhadap kedua pemain. Sepak bola harus dijalankan dengan menjunjung tinggi sportivitas, dan tidak ada tempat untuk rasisme di dalamnya," ucap Asgar.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan rasis bertentangan dengan nilai-nilai klub dan tidak mencerminkan semangat para pendukung Malut United.

"Kami menyerukan kepada seluruh suporter untuk tetap menjaga semangat persaudaraan dan menolak segala bentuk diskriminasi. Rasisme tidak berlaku di klub ini," lanjutnya.

Kuasa hukum Malut United, Lauritzke Mantulameten, mengatakan bahwa laporan yang disampaikan telah dilengkapi dengan kronologi dan bukti-bukti pendukung.

"Kami akan terus mengawal proses hukum ini demi memastikan keadilan bagi klien kami dan menjaga stabilitas internal klub. Kami percaya aparat kepolisian akan menindaklanjutinya secara profesional," katanya.

Menanggapi rumor soal kepindahan ke Persib Bandung, Yakob Sayuri menegaskan bahwa fokus mereka saat ini tetap pada klub Malut United.

"Kami tidak memikirkan isu transfer. Fokus kami adalah menyelesaikan tiga pertandingan sisa bersama Malut United dengan hasil terbaik," tutup Yakob.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga