Bencana
Gubernur Sherly Perintahkan Pendataan Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh–Sumatera
Kepedulian Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali ditunjukkan menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Setelah menyalurkan donasi masyarakat Maluku Utara sebesar Rp2 miliar untuk membantu korban terdampak, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memerintahkan langkah lanjutan berupa pendataan mahasiswa yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana tersebut.
Instruksi gubernur mencakup pendataan mahasiswa asal Maluku Utara yang sedang berada di wilayah terdampak banjir, serta mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menempuh pendidikan di Maluku Utara, khususnya mereka yang keluarganya menjadi korban bencana.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Zen Kasim, membenarkan adanya arahan langsung dari Gubernur Sherly Tjoanda tersebut.
“Kami mendapat arahan langsung dari Ibu Gubernur untuk mendata mahasiswa kita yang berada di daerah terdampak, termasuk mahasiswa dari tiga provinsi di Sumatera yang sedang kuliah di Maluku Utara dan keluarganya terkena dampak banjir,” ujar Zen, Selasa 9 Desember 2025.
Untuk mendukung proses pendataan, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara membuka dua titik layanan pelaporan. Mahasiswa atau keluarga terdampak dapat melapor langsung ke Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara di kompleks Kantor Gubernur, atau melalui Sekretariat Tim Reaksi Cepat (TRC) di Panti Himo-himo, Ternate.
Selain layanan langsung, pelaporan juga dapat dilakukan melalui nomor kontak 0813 4145 4066.
Zen menjelaskan, seluruh data yang masuk akan diverifikasi dan segera dilaporkan kepada Gubernur Maluku Utara sebagai dasar penentuan bentuk bantuan lanjutan bagi mahasiswa maupun keluarga mereka di wilayah terdampak.
“Data yang lengkap akan kami sampaikan ke Ibu Gubernur agar bantuan bisa segera diproses dan disalurkan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Langkah cepat ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan di tengah musibah yang menimpa keluarga mereka. Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pemprov Maluku Utara tidak hanya menyalurkan bantuan material ke daerah terdampak, tetapi juga memastikan warganya tetap mendapatkan perlindungan dan perhatian secara berkelanjutan.