Agenda

Pimpinan Andalan Ternate Ungkap Rahasia Solidaritas dan Masa Depan Kota di APEKSI

Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, H. M. Tauhid Soleman saat sambutan akir tahun 2025. Foto: Ist

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, menekankan pentingnya solidaritas antar kota dan masa depan pembangunan perkotaan di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam acara APEKSI Outlook 2025 yang digelar di Kota Bandar Lampung, dihadiri oleh 98 wali kota se-Indonesia, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Kegiatan tahunan APEKSI ini mengangkat tema “Kota Kita Bisa Apa?” dan menjadi forum refleksi akhir tahun sekaligus diskusi strategis dalam menyongsong tantangan pembangunan perkotaan tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate menjelaskan bahwa APEKSI Outlook bukan sekadar penutup agenda tahunan, melainkan ruang bagi kota-kota untuk merenung bersama mengenai capaian, tantangan, dan strategi pembangunan ke depan.

“Refleksi ini bukan catatan administratif semata, tetapi perenungan kolektif tentang apa yang telah kita lalui dan bagaimana kita menyiapkan masa depan kota,” ujar Tauhid.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi kota-kota anggota APEKSI semakin kompleks, mulai dari peningkatan kualitas layanan publik, penanganan perubahan iklim dan risiko kebencanaan, hingga dinamika sosial ekonomi yang bergerak cepat. Pemerintah kota dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif, meskipun menghadapi keterbatasan kapasitas fiskal dan ruang gerak.

Tauhid menekankan pentingnya kebijakan yang kontekstual dan berbasis data, karena setiap kota memiliki karakter, kapasitas, dan tantangan yang berbeda.

“Kota pesisir, kota industri, kota pariwisata, maupun kota pendidikan menghadapi realitas yang berbeda. Generalisasi kebijakan hanya akan membatasi inovasi dan pelayanan kepada warga,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota Ternate mengingatkan bahwa perubahan atau penghentian proyek strategis bisa berdampak luas bagi kota dan masyarakat.

“Ketidaktuntasan proyek tidak hanya merugikan, tetapi juga menimbulkan beban sosial, lingkungan, dan tata ruang. Ini soal kemanfaatan publik dan keadilan pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Tauhid juga mengajak seluruh anggota APEKSI memperkuat solidaritas antar kota, terutama membantu warga terdampak bencana di Sumatra dan Aceh. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

“Otonomi daerah harus terus dijaga, bukan sebagai oposisi, tetapi sebagai mitra strategis yang membawa pengalaman lapangan dan suara dari 98 kota di Indonesia. Dengan dukungan dan kepastian kebijakan, kota dapat bekerja lebih efektif untuk warganya,” tambahnya.

Kegiatan APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung juga diisi dengan sejumlah agenda lain, seperti Mayors Talk, dialog tertutup refleksi 2025 sesama wali kota, Sarasehan Istri Wali Kota, Pidato Akhir Tahun, Begawi Jejama Warga & UMKM, serta program Solidaritas Musibah Sumatra.

Wali Kota Ternate juga menekankan bahwa kolaborasi, konsistensi, dan kepercayaan antar kota menjadi kunci agar pembangunan nasional tetap kokoh dan berkelanjutan.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga