Enam Kecamatan di Morotai Jadi Target Pengembangan Hortikultura dan Pangan

Kepala Dinas Pertanian Pulau Morotai, Tamhid Bilo. Foto: Maulud Rasai

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, terus memperkuat sektor pertanian dengan membuka ruang penanaman hortikultura dan tanaman pangan di enam kecamatan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan seluruh lahan pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Target kita, enam kecamatan harus terbuka sebagai ruang penanaman hortikultura dan tanaman pangan,” ujar Tamhid kepada media, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menjelaskan, komoditas hortikultura yang dikembangkan meliputi rica (cabai), tomat, serta berbagai jenis sayur-mayur. Untuk mendukung petani, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, dan obat-obatan. Sementara itu, proses penanaman sepenuhnya dilakukan oleh petani.

“Sumber pembiayaannya dari APBD, digunakan untuk pembelanjaan bibit, pupuk, dan obat-obatan,” jelasnya.

Tamhid menegaskan, bantuan tersebut tidak mewajibkan petani tergabung dalam kelompok tani. Selama petani memiliki lahan dan kesiapan untuk bertani, bantuan tetap dapat diberikan.

“Yang penting lahan siap dan mau bertani, bantuan akan diserahkan tanpa harus melalui kelompok tani,” tegasnya.

Meski demikian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tetap melakukan pengawasan terhadap bibit yang telah disalurkan kepada petani. Pengawasan dilakukan oleh penyuluh pertanian dari kementerian guna memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Selain hortikultura dan tanaman pangan, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada sektor perkebunan. Pengembangan sektor ini didukung oleh anggaran APBD dan APBN dengan komoditas utama kelapa dalam, pala, dan kakao.

Untuk kelapa dalam, pemerintah menargetkan pengembangan seluas 500 hektare yang tersebar di enam kecamatan. Sementara itu, pengembangan pala dilakukan di enam kecamatan dengan luas mencapai 300 hektare, dan kakao seluas 400 hektare.

Adapun komoditas tanaman pangan yang dikembangkan meliputi jagung pakan, jagung manis, padi ladang, dan padi sawah.

Tamhid menyebutkan, padi sawah akan difokuskan pada wilayah yang telah memiliki lahan tanam, seperti Desa Tiley, Cocomare, Aha, Sangowo, dan Wewemo.

“Sementara padi ladang tersebar di lima kecamatan, tidak termasuk Pulau Rao yang difokuskan sebagai kawasan perkebunan. Untuk jagung, pengembangannya tersebar di enam kecamatan,” pungkasnya.

Penulis: Maulud
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga