Cuaca Ekstrem Mengintai Morotai, Bupati Minta Warga Waspada

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua (tengah), saat diwawancarai awak media. Foto: Maulud Rasai

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi kembali melanda Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada awal tahun 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan risiko bencana.

Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate.

Berdasarkan pantauan di lapangan, cuaca ekstrem juga mengintai wilayah Kabupaten Pulau Morotai, dengan angin kencang disertai hujan lebat yang terjadi selama kurang lebih empat hari berturut-turut.

“Saya berharap camat dan kepala desa selalu memberikan edukasi dan imbauan dini kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui berbagai platform media, sehingga masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem ini,” ujar Bupati Rusli Sibua, Rabu, 7 Januari 2026.

Bupati menegaskan, masyarakat di seluruh desa diharapkan lebih berhati-hati saat beraktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Langkah ini penting sebagai upaya deteksi dini untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba, mengingat intensitas hujan di Pulau Morotai saat ini tergolong tinggi.

Selain itu, warga yang bermukim di wilayah pesisir pantai dan bantaran sungai diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi luapan air sungai.

“Kemudian, warga di wilayah pesisir pantai dan bantaran sungai diminta meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi luapan air dari sungai,” harapnya.

Bupati Rusli juga secara khusus mengimbau para nelayan agar sementara waktu tidak melaut demi keselamatan jiwa, serta terus memantau informasi tinggi gelombang dan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Tak hanya itu, para petani juga diingatkan untuk tetap waspada saat berada di kebun. Apabila hujan lebat terjadi, petani diminta segera kembali ke rumah guna mengantisipasi kemungkinan banjir bandang maupun longsor.

“Intinya, saya berharap seluruh masyarakat Pulau Morotai di enam kecamatan selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang terjadi saat ini,” pungkasnya.

Penulis: Maulud
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga