Dikbud Maluku Utara Respons Cepat, Turunkan Tim Cek Kebakaran SMAN 7 Ternate

Tim Dikbud Maluku Utara saat mengecek kondisi gedung SMAN 7 Ternate di Moti yang terbakar. Foto: Dok Dikbud Malut

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda SMA Negeri 7 Kota Ternate di Pulau Moti, Senin, 4 Mei 2026 malam.

Begitu menerima laporan insiden tersebut, Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, langsung menurunkan tim yang dipimpin Kepala Bidang Pembinaan SMA, Ismail Idris, untuk melakukan pengecekan dan identifikasi kerusakan di lokasi kejadian.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIT dan baru berhasil dipadamkan total pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 02.30 WIT setelah warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan peralatan seadanya.

Dari hasil pengecekan awal di lapangan, api diduga pertama kali muncul dari dua ruangan bangunan lama yang dibangun pada 2003. Bangunan tersebut sebelumnya sudah tidak difungsikan sebagai ruang belajar karena kondisi fisiknya yang tidak lagi layak dan kemudian dialihfungsikan menjadi dapur serta gudang.

Namun api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan yang terdiri dari sejumlah ruang penting sekolah.

“Bangunan itu terbakar 100 persen,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA Dikbud Maluku Utara, Ismail Idris.

Ia menjelaskan, terdapat delapan ruangan yang terdampak dalam insiden tersebut, di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang bendahara, ruang humas, ruang informasi, serta ruang sarana prasarana yang berada dalam satu blok bangunan.

Selain bangunan, berbagai fasilitas dan perabotan sekolah juga tidak dapat diselamatkan. Arsip dan dokumen penting yang tersimpan sejak awal berdirinya sekolah dilaporkan ikut hangus terbakar.

Ruang sarana prasarana yang selama ini difungsikan sebagai gudang penyimpanan alat-alat seperti sound system sekolah juga turut ludes dilalap api.

Menurut Ismail, proses pemadaman awal dilakukan oleh masyarakat sekitar hingga ke wilayah kelurahan terdekat sebelum api berhasil dikendalikan beberapa jam kemudian.

“Warga sekitar sangat membantu dalam upaya pemadaman sampai api berhasil dipadamkan,” katanya.

Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 44 x 8 meter atau 352 meter persegi. Berdasarkan estimasi sementara menggunakan standar harga satuan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Dikbud Maluku Utara memastikan akan segera melakukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perencanaan rehabilitasi fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar di SMAN 7 Ternate dapat kembali berjalan normal.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga